Inhil, Catatanriau.com – Masyarakat Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir, dihebohkan dengan beredarnya sejumlah video yang memperlihatkan dugaan jejak Harimau Sumatra di kawasan Sungai Api Panjang (Sungai Danai). Informasi tersebut memicu kekhawatiran warga, mengingat lokasi yang diduga menjadi lintasan satwa liar itu berada di jalan provinsi yang menghubungkan Sungai Danai menuju Pulau Burung, serta jalur menuju desa-desa transmigrasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan jejak harimau itu disebut berada di sekitar kawasan hutan lindung kaki bukit Sungai Danai yang masih ditumbuhi semak belukar lebat. Warga menduga satwa dilindungi tersebut keluar dari habitatnya untuk mencari makan hingga mendekati wilayah sekitar Sungai Api Panjang.
Sejumlah warga bahkan mengaku pernah mendengar suara auman dari arah kawasan hutan tersebut saat beraktivitas di sekitar lokasi.
Informasi yang beredar juga menyebutkan bahwa Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau bersama aparat keamanan telah melakukan pemantauan di lokasi. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai hasil pemantauan maupun kepastian apakah jejak tersebut benar berasal dari Harimau Sumatra.
Sementara itu, Komandan Kokam BPO Kabupaten Indragiri Hilir Bagian Utara, Sona Adiansah, S.Kom.I, mengimbau masyarakat agar tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan hingga ada kepastian dari pihak berwenang.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang berada di Sungai Gunung, Parit Benot, Api Panjang, Sungai Danai, dan wilayah sekitarnya agar lebih berhati-hati. Orang tua diharapkan mengawasi anak-anak dan tidak membiarkan mereka bermain di luar rumah tanpa pengawasan, terutama di daerah yang berdekatan dengan kawasan hutan," ujar Sona, Sabtu (25/7/2026).
Ia juga meminta masyarakat untuk sementara waktu mengurangi aktivitas di kawasan Sungai Api Panjang yang selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi favorit memancing. Selain menjadi habitat buaya muara, kawasan tersebut kini diduga menjadi lintasan satwa liar.
"Untuk sementara waktu, sebaiknya masyarakat menunda aktivitas memancing maupun kegiatan lainnya di sekitar Sungai Api Panjang sampai situasi dinyatakan aman oleh pihak yang berwenang," katanya.
Menurut Sona, para pemuda bersama tokoh masyarakat saat ini terus memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Pulau Burung masih berduka atas insiden seorang anak berusia 12 tahun yang diterkam buaya di kawasan KM 09 PT RSUP PKB beberapa waktu lalu.
"Kita tentu berharap musibah serupa tidak kembali terjadi. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Karena itu mari bersama-sama meningkatkan kewaspadaan," ujarnya.
Berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat, video yang beredar disebut-sebut memperlihatkan jejak seekor induk Harimau Sumatra bersama beberapa anaknya. Meski demikian, informasi tersebut masih menunggu verifikasi resmi dari BKSDA.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Apabila menemukan jejak, suara, atau tanda-tanda keberadaan satwa liar di sekitar permukiman, warga diminta segera melaporkannya kepada BKSDA maupun aparat keamanan setempat.
Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari BKSDA Riau yang memastikan kebenaran dugaan kemunculan Harimau Sumatra tersebut. Warga diharapkan tetap tenang, mengikuti arahan petugas, serta mengutamakan keselamatan diri dan keluarga sambil menunggu hasil pemeriksaan dari pihak berwenang.***
