Nekat Memancing Malam Hari, Ayah Muda 21 Tahun Tewas Diterkam Buaya di Sungai Simpang Blukang

Nekat Memancing Malam Hari, Ayah Muda 21 Tahun Tewas Diterkam Buaya di Sungai Simpang Blukang

Dumai, Catatanriau.com – Nyawa seorang ayah muda, Iwan Kurniawan alias Ajib (21), berakhir tragis setelah diterkam buaya saat memancing di Sungai Simpang Blukang, Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Sabtu (18/7/2026) malam. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan keesokan harinya setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan Basarnas dan Polsek Sungai Sembilan.

Peristiwa memilukan itu menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Iwan yang berdomisili di Jalan Semangka, Kelurahan Rimbas Sekampung, meninggalkan seorang anak yang masih kecil.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar pukul 16.30 WIB korban berangkat memancing bersama rekannya, Soleh, warga Kecamatan Sungai Sembilan yang mengetahui kondisi sungai di wilayah tersebut. Saat itu Iwan sedang berkunjung ke rumah kakaknya di Lubuk Gaung dan mengajak Soleh menemaninya memancing.

Meski keluarga sempat melarang karena hari mulai gelap, keduanya tetap menuju lokasi. Setibanya di Sungai Simpang Blukang, Iwan memutuskan menyeberangi sungai dengan berenang untuk mencari lokasi memancing di seberang, sementara Soleh menunggu di tepian.

Sekitar pukul 19.30 WIB, Iwan hendak kembali menyeberangi sungai yang lebarnya sekitar 12 meter dengan ketinggian air mencapai dada. Dalam kondisi minim penerangan, saat jaraknya tinggal sekitar satu setengah meter dari tepian, terdengar suara benturan keras dari dalam air.

Tak lama kemudian, Iwan berteriak meminta pertolongan.

"Aku digigit buaya!"

Mendengar teriakan tersebut, Soleh langsung menceburkan diri berusaha menyelamatkan sahabatnya. Namun, buaya yang menerkam korban lebih kuat. Tubuh Iwan terseret ke tengah sungai dan menghilang di dalam air.

Soleh sempat bertahan di lokasi selama kurang lebih 30 menit dengan harapan korban muncul ke permukaan. Karena tidak membuahkan hasil, ia berlari ke rumah kakak korban dan menghubungi paman korban, Asiong, yang kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sungai Sembilan.

Kapolsek Sungai Sembilan, Iptu Apriadi, S.H., M.H., segera mengerahkan personel menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan Basarnas Kota Dumai.

Tim Basarnas kemudian tiba dengan membawa satu unit perahu karet beserta perlengkapan evakuasi. Pencarian dilakukan hingga sekitar pukul 01.00 WIB, namun belum membuahkan hasil akibat kondisi cuaca yang kurang bersahabat, arus sungai yang deras, air surut, serta medan yang sulit dijangkau.

Demi keselamatan personel, operasi pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan pada Minggu (19/7/2026) pagi.

Pencarian yang dipimpin Koordinator Basarnas Dumai, Taufik, akhirnya membuahkan hasil. Tim gabungan menemukan jasad korban mengapung di antara ranting dan lumpur tidak jauh dari lokasi kejadian.

Kondisi korban sangat mengenaskan. Bagian tangan dan kaki sebelah kanan sudah tidak utuh akibat gigitan buaya.

"Evakuasi berjalan lancar, tetapi kondisi korban sudah sangat mengenaskan," ujar Taufik.

Jenazah kemudian dievakuasi ke Puskesmas Sungai Sembilan untuk dilakukan visum dengan pengamanan personel Polsek Sungai Sembilan. Sekitar pukul 10.00 WIB, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka di RT 24 Kelurahan Lubuk Gaung untuk dimakamkan.

Suasana haru menyelimuti rumah duka. Tangis keluarga pecah saat jenazah ayah muda tersebut tiba di rumah. Kepergian Iwan yang masih berusia 21 tahun meninggalkan luka mendalam, terutama bagi anak semata wayangnya yang kini harus tumbuh tanpa sosok ayah.

Kapolsek Sungai Sembilan, Iptu Apriadi, S.H., M.H., mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama pada malam hari atau di kawasan yang dikenal sebagai habitat buaya.

Sementara itu, Koordinator Basarnas Dumai, Taufik, juga mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan potensi bahaya di perairan.

"Jangan anggap remeh sungai yang tidak Anda kenal. Setiap aliran air bisa menyimpan bahaya yang mengancam keselamatan," pesannya.

Peristiwa tragis ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sungai, terlebih pada malam hari dan di wilayah yang diketahui memiliki populasi buaya liar. Sinergi cepat antara Polsek Sungai Sembilan dan Basarnas Dumai memang berhasil menemukan korban, namun nyawa Iwan Kurniawan tak lagi dapat diselamatkan. Semoga kejadian serupa tidak kembali terulang.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index