Dugaan Penganiayaan Jurnalis di Siak, Mayonal Beberkan Detik-detik Mencekam Saat Dikeroyok Usai Wawancara Direktur BUMD

Dugaan Penganiayaan Jurnalis di Siak, Mayonal Beberkan Detik-detik Mencekam Saat Dikeroyok Usai Wawancara Direktur BUMD

Siak, CatatanRiau.com – Jurnalis Tribun Pekanbaru, Mayonal Putra, akhirnya membeberkan kronologi lengkap dugaan penganiayaan yang dialaminya saat menjalankan tugas jurnalistik di Kota Siak Sri Indrapura. Peristiwa yang terjadi pada Mei 2026 itu baru diungkapkan secara rinci kepada CatatanRiau.com, Sabtu (25/7/2026).

Dalam keterangannya, Mayonal menegaskan bahwa seluruh rangkaian kejadian bermula dari upayanya mengonfirmasi informasi yang menjadi perhatian publik, yakni terkait penunjukan Robi Cahyadi, yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Siak, sebagai Kepala Divisi di BUMD PT Permodalan Siak (Persi).

Menurut Mayonal, jabatan Kepala Divisi merupakan posisi strategis yang hanya berada satu tingkat di bawah direktur. Karena itu, ia merasa perlu memastikan kebenaran informasi sekaligus menggali proses pengangkatan seorang pengurus partai politik ke jabatan penting di salah satu BUMD terbesar di Kabupaten Siak.

"Informasi itu menjadi perbincangan masyarakat. Sebagai jurnalis, saya berkewajiban memastikan kebenarannya sekaligus menggali bagaimana proses pengangkatannya," ujar Mayonal kepada CatatanRiau.com.

Menunda Pemberitaan demi Menghormati Permintaan Direktur

Setelah melakukan penelusuran, Mayonal memastikan informasi tersebut benar. Ia kemudian menghubungi Direktur PT Persi, M. Nasir, untuk meminta konfirmasi.

Dalam percakapan itu, kata Mayonal, M. Nasir membenarkan informasi tersebut, namun meminta agar penjelasan dilakukan secara langsung karena sedang berada di Pekanbaru menemani ibunya yang sakit.

"Saya lagi di Pekanbaru. Mak saya lagi sakit. Tunggu saja di Siak kita jumpa," ujar M. Nasir sebagaimana diceritakan Mayonal.

Mayonal kemudian menanyakan kapan pertemuan dapat dilakukan.

"Minggu depan," jawab M. Nasir.

Saat itu Mayonal sempat menyampaikan bahwa informasi faktual tersebut sebenarnya sudah dapat diberitakan lebih dahulu.

"Baik. Ini faktual. Saya angkat saja faktanya dulu," kata Mayonal.

Namun, menurutnya, M. Nasir kembali meminta agar pemberitaan ditunda.

"Jangan dulu. Sebaiknya kita jumpa biar dapat informasi yang utuh."

Menghormati permintaan narasumber, Mayonal memilih menunda publikasi dan menunggu pertemuan langsung.

Pertemuan Berlangsung Akrab, Berubah Menjadi Mencekam

Pada 19 Mei 2026, pertemuan akhirnya berlangsung di Kedai Kopi Luak Agam, Jalan Raja Kecik, Kecamatan Siak.

Mayonal mengatakan suasana awal berlangsung santai. Ia dan M. Nasir menikmati teh telur sambil berbincang ringan yang beberapa kali diselingi canda.

Sekitar pukul 23.00 WIB, pembicaraan mulai memasuki inti persoalan. Mayonal mengajukan berbagai pertanyaan kritis terkait pengangkatan Robi Cahyadi.

Ia mempertanyakan status Robi sebagai pengurus partai, kesesuaiannya dengan Permendagri Nomor 37 Tahun 2018, waktu pengunduran dirinya dari partai, mekanisme seleksi jabatan, keterbukaan proses rekrutmen, hingga peluang bagi kandidat lain maupun jenjang karier pegawai internal perusahaan.

Menurut Mayonal, M. Nasir menjelaskan bahwa Robi telah mengundurkan diri dari partai politik dan telah mengikuti proses administrasi berupa pelamaran hingga wawancara. Namun, ia juga mengakui bahwa proses rekrutmen tersebut tidak diumumkan secara terbuka kepada publik.

Percakapan berlangsung hingga sekitar pukul 23.30 WIB.

"Di Mana Robi?"

Di tengah wawancara, suasana yang semula tenang mulai berubah.

Mayonal mengaku melihat dua pria yang tidak dikenalnya datang dan duduk di meja tepat di belakangnya. Sebelum duduk, keduanya sempat bertegur sapa dengan M. Nasir.

"Saya juga mendengar Pak Nasir sempat bertanya, 'Di mana Robi?'," tutur Mayonal.

Tak lama berselang, salah seorang pria tersebut menendang kursi dengan keras.

"Saya mulai merasa tidak nyaman. Tetapi saya tetap melanjutkan wawancara," katanya.

Sekitar lima menit kemudian, beberapa orang lain kembali datang hingga jumlah mereka diperkirakan mencapai sembilan orang.

"Aku Ingin Berkenalan dengan Anjing Ini"

Ketegangan memuncak ketika salah seorang pria menghampiri Mayonal.

"Aku ingin berkenalan dengan anjing ini," kata pria tersebut dengan nada tinggi, sebagaimana ditirukan Mayonal.

Mayonal mengaku spontan berdiri karena terkejut. Namun, dalam hitungan detik dirinya sudah dikelilingi sejumlah orang.

"Saya belum sempat bertanya apa yang terjadi, tiba-tiba kepala saya dipukul," ujarnya.

Tak berhenti di situ, pukulan berikutnya menghantam bagian wajah hingga mengenai kacamata yang dikenakannya.

"Kacamata saya patah. Punggung hidung saya terluka dan mengeluarkan darah," katanya.

Berada seorang diri dan dalam kondisi terkepung, Mayonal mengaku memilih kembali duduk untuk menghindari situasi semakin memburuk.

Robi Cahyadi Datang, Sempat Meminta Maaf

Tidak lama kemudian, menurut Mayonal, Robi Cahyadi datang dan duduk tepat di hadapannya. Saat itu posisi M. Nasir bergeser ke samping.

Dalam pertemuan tersebut, kata Mayonal, Robi ikut berbicara dengan nada yang ia rasakan sebagai bentuk intimidasi.

Sekitar 20 menit kemudian, Robi akhirnya menyampaikan permintaan maaf.

"Saya minta maaf atas respons anggota saya. Kalau abang mau memperpanjang persoalan ini, itu hak abang. Tetapi kacamata yang patah menjadi tanggung jawab saya. Silakan sampaikan berapa harganya," ujar Robi sebagaimana disampaikan Mayonal.

Setelah itu, Robi menyalami dirinya.

Namun, Mayonal mengaku menyadari ada seseorang yang merekam video ketika proses salaman berlangsung.

"Saya menilai rekaman itu dapat menimbulkan kesan seolah persoalan telah selesai," ungkapnya.

Setelah itu seluruh rombongan meninggalkan lokasi.

Tiga Hari Menahan Beban Pikiran

Mayonal mengaku pulang ke rumah dalam kondisi syok.

Ia membersihkan diri, melaksanakan salat Isya, lalu mencoba beristirahat. Namun bayang-bayang peristiwa tersebut terus menghantui pikirannya.

"Tiga hari saya memikirkan kejadian itu sebelum akhirnya memutuskan membuat laporan polisi," ujarnya.

Laporan kemudian diterima Polres Siak dan mulai diproses.

Menurut Mayonal, pada tahap awal penyelidikan berjalan cukup lambat, namun penyelidik tetap berkomunikasi dengannya mengenai perkembangan perkara.

Muncul Nama Terduga Pelaku

Beberapa waktu setelah laporan dibuat, Mayonal mengaku mendapat informasi dari sejumlah rekannya mengenai seseorang bernama Faruk.

Menurut cerita yang diterimanya, Faruk mengaku sebagai orang yang memukul dirinya.

Mayonal juga mengaku memperoleh informasi bahwa Faruk disebut-sebut pernah menyampaikan kepada sejumlah orang bahwa laporan tersebut belum tentu diproses karena mengaku ada pihak tertentu yang telah menghubungi anggota kepolisian.

"Sebelumnya saya sama sekali tidak mengetahui siapa orang yang memukul saya. Setelah mendapat informasi mengenai nama itu, saya langsung menyampaikannya kepada penyelidik sebagai tambahan informasi," jelasnya.

Saksi Diperiksa, Mediasi Sempat Ditawarkan

Memasuki akhir Juni 2026, Mayonal mengatakan Kanit Pidum yang baru mulai berkoordinasi dengannya.

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk M. Nasir, Robi Cahyadi, dan Faruk.

Usai pemeriksaan saksi, penyelidik sempat menawarkan proses mediasi.

Namun, Mayonal mengaku tidak langsung memberikan keputusan karena terlebih dahulu berkonsultasi dengan redaksi Tribun Pekanbaru, tempatnya bekerja.

"Ini Bukan Sekadar Penganiayaan"

Bagi Mayonal, perkara yang dialaminya bukan hanya persoalan dugaan penganiayaan terhadap dirinya sebagai individu.

Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi saat dirinya sedang menjalankan tugas jurnalistik untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan kepentingan publik.

"Karena itu saya memandang peristiwa ini sebagai bentuk kekerasan terhadap jurnalis sekaligus ancaman terhadap kebebasan pers," tegasnya kepada CatatanRiau.com.

Hingga berita ini disusun, kronologi di atas merupakan keterangan yang disampaikan Mayonal Putra kepada CatatanRiau.com mengenai peristiwa yang dialaminya. Proses hukum atas laporan tersebut disebut masih berjalan di Polres Siak.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index