Warga Pulau Permai Keluhkan Abrasi Sungai Kampar, Dua Rumah Terancam Ambruk

Warga Pulau Permai Keluhkan Abrasi Sungai Kampar, Dua Rumah Terancam Ambruk

Kampar, Catatanriau.com – Warga Desa Pulau Permai, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, menyampaikan keluhan serius terkait abrasi Sungai Kampar yang semakin mengkhawatirkan dan mengancam keselamatan permukiman warga. Keluhan tersebut disampaikan oleh salah satu warga bernama Ipen (35) kepada wartawan, Senin (22/06/2026).

Ipen mengatakan, abrasi di lokasi tersebut telah terjadi sejak tahun 2023. Akibatnya, salah satu rumah tetangga bahkan telah kehilangan bagian dapur yang runtuh dan jatuh ke aliran Sungai Kampar.

“Sejak 2023 abrasi sudah terjadi, bahkan dapur rumah tetangga saya sudah runtuh masuk ke sungai,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, setelah kejadian tersebut sempat ada kunjungan dari pihak terkait ke lokasi. Saat itu, area yang terdampak juga telah diberi tanda berupa batu balok sebagai penanda bahwa wilayah tersebut akan segera dilakukan pembangunan penahan tebing atau turap. Kunjungan tersebut diketahui melibatkan unsur pemerintah kecamatan, perangkat desa, serta seorang anggota DPR RI periode 2019–2024 dari Daerah Pemilihan Riau II, Syahrul Aidi Maazat.

Namun, menurut Ipen, hingga saat ini tidak ada tindak lanjut nyata dari rencana pembangunan tersebut.

“Waktu itu sudah ada yang datang melihat langsung, dari kecamatan, desa, dan juga anggota dewan. Tapi sampai sekarang tidak ada kelanjutan,” ujarnya.

Saat ini, kondisi rumah Ipen sendiri juga berada dalam ancaman serius. Tebing sungai disebut sudah sangat dekat dengan pondasi rumah, sehingga warga khawatir akan terjadi longsor susulan, terlebih dengan curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

“Sekarang rumah kami juga terancam. Tinggal pondasi saja yang jadi penahan. Kami takut kalau terjadi longsor lagi,” tambahnya.

Ipen menyebutkan, sedikitnya dua rumah warga terdampak langsung akibat abrasi tersebut. Meskipun laporan sudah pernah disampaikan kepada pihak desa, namun hingga kini belum ada tindakan lanjutan di lapangan.

“Sudah kami laporkan ke desa, tapi belum ada tindakan sampai sekarang,” katanya.

Warga sekitar berharap pemerintah Kabupaten Kampar segera turun tangan untuk melakukan penanganan permanen berupa pembangunan turap atau dam penahan tebing Sungai Kampar, guna mencegah kerusakan yang lebih parah serta melindungi keselamatan warga.

“Harapan kami agar segera dibuat turap atau dam, karena ini sudah mengancam keselamatan warga,” tutup Ipen.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index