Givo Vrabora Mengecam Keras Polemik Pemilihan KMTI Abdurrab

Givo Vrabora Mengecam Keras Polemik Pemilihan KMTI Abdurrab
Givo Vrabora, melontarkan kecaman keras terhadap mekanisme pemilihan Ketua dan Wakil Ketua KMTI untuk periode 2026–2027.

PEKANBARU,CATATAN RIAU.COM,:–Demisioner Ketua Keluarga Mahasiswa Teknik Informatika (KMTI) periode 2021 dari Universitas Abdurrab, Givo Vrabora, melontarkan kecaman keras terhadap mekanisme pemilihan Ketua dan Wakil Ketua KMTI untuk periode 2026–2027. Ia menilai proses yang berlangsung tidak lagi mengikuti mekanisme organisasi sebagaimana mestinya dan berpotensi mencederai nilai demokrasi mahasiswa, Senin (9/3/2026).

Menurut Givo, salah satu persoalan utama dalam proses pemilihan kali ini adalah tidak dilaksanakannya forum Musyawarah Besar (MUBES) yang selama ini menjadi forum tertinggi dalam organisasi Keluarga Mahasiswa Teknik Informatika di lingkungan Universitas Abdurrab.

Ia menjelaskan, MUBES selama ini berfungsi sebagai ruang demokratis bagi seluruh anggota organisasi untuk melakukan evaluasi kepengurusan, menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus, serta menentukan arah kepemimpinan organisasi secara terbuka dan partisipatif.

Givo menilai penghilangan forum tersebut dalam proses pemilihan Ketua dan Wakil Ketua KMTI periode 2026–2027 merupakan langkah yang sangat disayangkan. Menurutnya, tradisi musyawarah yang menjadi fondasi organisasi mahasiswa justru terabaikan dalam proses regenerasi kepemimpinan.

“Musyawarah Besar merupakan forum tertinggi dalam organisasi mahasiswa yang memiliki legitimasi penuh dalam menentukan arah kebijakan organisasi serta memilih kepemimpinan baru. Ketika forum tersebut dihilangkan, maka proses demokrasi organisasi menjadi cacat secara prosedural,” tegas Givo dalam keterangannya.

Ia juga menilai bahwa kondisi tersebut berpotensi menimbulkan krisis legitimasi terhadap kepemimpinan yang terpilih, karena prosesnya tidak melalui mekanisme yang disepakati dalam aturan organisasi maupun tradisi yang selama ini dijalankan.

Lebih jauh, Givo mengingatkan bahwa organisasi mahasiswa tidak hanya menjadi wadah kegiatan seremonial, tetapi juga merupakan ruang pendidikan demokrasi bagi mahasiswa untuk belajar tentang kepemimpinan, transparansi, dan akuntabilitas.

Sebagai demisioner Ketua KMTI Abdurrab periode 2021, ia berharap seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemilihan dapat kembali meninjau mekanisme yang digunakan. Menurutnya, penting bagi organisasi untuk tetap menjadikan MUBES sebagai forum utama dalam menentukan kepemimpinan organisasi.

Di akhir pernyataannya, Givo Vrabora menegaskan bahwa kritik yang ia sampaikan merupakan bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan organisasi mahasiswa di Universitas Abdurrab. Ia berharap marwah organisasi tetap dijaga dengan menjunjung tinggi nilai demokrasi, musyawarah, serta partisipasi seluruh anggota KMTI.****

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index