PEKANBARU, CATATANRIAU.COM — Atlet muda Family Fighting Club Pangkalan Kerinci kembali menorehkan prestasi membanggakan. Medali emas berhasil diraih Yosia Sebastian Imanuel Simarmata pada ajang SKA Sport Show (SSS) Volume 3 yang berlangsung di Mall SKA Pekanbaru, pada 22–23 Agustus 2026 Kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa kedisiplinan dan kerja keras mampu mengantarkan generasi muda meraih prestasi di bidang olahraga.
Yosia yang akrab disapa Yosia merupakan pelajar kelas X-11 SMA Negeri 1 Pangkalan Kerinci. Turun di kelas Boxing 63,5 kilogram, ia tampil penuh percaya diri menghadapi Ismail Abigail dari ERA51 Boxing Team Pekanbaru. Pertandingan berlangsung sengit, namun Yosia mampu menunjukkan kemampuan terbaik hingga akhirnya meng-KO lawannya pada ronde kedua.
Kemenangan tersebut tidak diraih secara instan. Di bawah asuhan Coach Martin Musdi Panggabean, yang juga merupakan atlet MMA Provinsi Riau dan pernah tampil di ajang One Pride MMA TV One, Yosia menjalani latihan secara disiplin di Family Gym Fighting Club. Ketekunan berlatih menjadi modal penting bagi Yosia untuk meningkatkan teknik, fisik serta mental bertanding.
Semangat Yosia semakin terlihat menjelang pertandingan SSS Volume 3. Ia konsisten berlatih hampir setiap hari untuk mempersiapkan diri menghadapi lawan. Di tengah banyaknya pilihan aktivitas bagi remaja, Yosia justru memilih mengisi waktu luangnya dengan latihan olahraga dan membangun kemampuan diri sebagai seorang fighter.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi kebanggaan bagi Family Fighting Club Pangkalan Kerinci, sekolah dan keluarga. Perjuangan Yosia menunjukkan bahwa olahraga bela diri tidak hanya membentuk kemampuan bertanding, tetapi juga mengajarkan disiplin, keberanian, pengendalian diri dan tanggung jawab.
Pembina Family Gym Fighting Club, Aiptu Agus, yang juga anggota Polsek Pangkalan Kerinci, memberikan apresiasi atas perjuangan Yosia dan seluruh tim. Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi remaja di Pangkalan Kerinci untuk memilih kegiatan positif dan menjauhi perilaku yang dapat merugikan masa depan.
“Sebagai aparat penegak hukum dan sekaligus pemelihara Kamtibmas, saya sangat berharap para remaja di Pangkalan Kerinci dapat mencontoh kedisiplinan Yosia yang mengisi waktu luangnya dengan berlatih membentuk fisik dan mental menjadi seorang fighter. Daripada menjadi pelaku tawuran yang hanya akan merugikan diri sendiri, orang lain, keluarga bahkan menjadi pelaku kriminal,” ujar Aiptu Agus.
Prestasi Yosia di SSS Volume 3 pun menjadi pesan kuat bahwa generasi muda Pelalawan bisa berprestasi ketika energi, keberanian dan waktunya diarahkan ke kegiatan positif.****
