PELALAWAN,CATATAN RIAU. COM,:– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Kabupaten Pelalawan. Kebakaran cukup luas terjadi di Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Senin (24/8/2026). Kondisi lahan gambut yang kering, minimnya sumber air dan tiupan angin kencang membuat proses pemadaman dan pendinginan menjadi tantangan bagi tim gabungan.
Polsek Pangkalan Kerinci bersama Polres Pelalawan langsung bergerak melakukan pemadaman dan pendinginan setelah titik karhutla terpantau melalui Aplikasi Dashboard Lancang Kuning. Operasi yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin Wakapolres Pelalawan Kompol Asep Rahmat, S.H., S.I.K., M.M., didampingi Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Shilton, S.I.K., M.H.
Lokasi kebakaran berada di kawasan lahan gambut dengan luas sekitar tiga hektare. Areal tersebut ditumbuhi tanaman kelapa sawit dan semak belukar. Beberapa titik koordinat yang terpantau berada di sekitar 0.32761, 101.80694; 0.32624, 101.80758; 0.32447, 101.80649; dan 0.33061, 101.80253.
Untuk mengendalikan kobaran api, sebanyak 140 personel gabungan dikerahkan. Mereka terdiri dari 23 personel Polri, dua personel TNI, delapan personel BPBD, 25 personel Damkar Kabupaten Pelalawan, 11 Fire Fighter PT RAPP, 40 personel RPK PT PMBN, 13 personel RPK PT Agrita Sari Prima, 12 personel RPK Asian Agri Group serta enam personel Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Rantau Baru.
Kasi Humas Polres Pelalawan AKP Thomas B. Siahaan, S.Sos., menyampaikan bahwa tim telah didukung berbagai peralatan pemadaman, mulai dari mesin mini striker dan Max Tree hingga puluhan rol selang yang dikerahkan Polsek, BPBD, Damkar, perusahaan dan MPA. Dua unit drone pemantau milik PT PMBN dan PT Agrita Sari juga digunakan untuk memantau perkembangan titik api dari udara.
Namun, perjuangan tim di lapangan tidak mudah. Minimnya sumber air akibat musim kemarau, sulitnya akses menuju lokasi kebakaran serta hembusan angin kencang menjadi kendala utama. Kondisi tersebut menyebabkan asap tebal dan jarak pandang terbatas sehingga personel harus bekerja ekstra hati-hati saat melakukan pemadaman.
Hingga Senin siang, sejumlah titik api dan kepulan asap tebal masih terlihat dari sisa-sisa kebakaran. Tim gabungan terus melakukan penyekatan dan pendinginan secara intensif untuk mencegah api merambat ke area lain maupun munculnya titik api baru. Selain pemadaman, petugas juga melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pelalawan dan perusahaan di sekitar lokasi serta mengumpulkan bahan keterangan untuk mengungkap penyebab kebakaran dan kemungkinan adanya unsur kesengajaan.
Meski lokasi berjarak sekitar 15 kilometer dari Polsek Pangkalan Kerinci dan harus ditempuh melalui jalur darat, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat petugas. Sinergi TNI, Polri, BPBD, Damkar, perusahaan dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi karhutla di Rantau Baru. Upaya pemadaman dan pendinginan terus dilakukan hingga api benar-benar terkendali, sekaligus menjadi langkah penting mencegah kebakaran meluas dan menjaga masyarakat Pelalawan dari ancaman asap karhutla.****
