Tanaman Jagung Pipil Usia 91 Hari di Rantau Bertuah Tumbuh hingga 2,1 Meter, Masuk Tahap Pra Panen

Tanaman Jagung Pipil Usia 91 Hari di Rantau Bertuah Tumbuh hingga 2,1 Meter, Masuk Tahap Pra Panen

SIAK — Program ketahanan pangan melalui budidaya jagung pipil di Kampung Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, terus dipantau. Memasuki usia tanam 91 hari, tanaman jagung di lahan Kelompok Tani (Poktan) Dahlia Kuning menunjukkan perkembangan yang cukup baik.

Pengecekan dilakukan pada Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 09.50 WIB di lahan perkebunan warga yang berada di Jalan Manggis Gang Sirna, Dusun Cinta Damai, Kampung Rantau Bertuah.

Kegiatan tersebut dilaksanakan Bhabinkamtibmas Rantau Bertuah Aiptu Andri Azmi bersama Kepala Dusun Suka Maju Arsi Nurpajri serta masyarakat petani yang tergabung dalam Poktan Dahlia Kuning.

Dalam pengecekan tersebut, petugas melihat langsung kondisi tanaman jagung pipil yang ditanam di lahan seluas sekitar 1,5 hektare. Tanaman diketahui tumbuh dengan ketinggian bervariasi, mulai dari sekitar 180 sentimeter hingga mencapai 2,1 meter.

“Dari hasil pengecekan, tanaman jagung pipil tumbuh dengan baik dan saat ini sudah memasuki usia tanam 91 hari. Tongkol jagung juga sudah mulai membesar,” demikian disampaikan dalam laporan Plh. Kapolsek Minas.

Selain pertumbuhan tanaman, kondisi lahan juga menjadi perhatian. Rumput gulma yang sebelumnya tumbuh di sekitar tanaman telah dibersihkan sehingga tidak terlalu mengganggu pertumbuhan jagung.

Ketersediaan air juga masih menjadi salah satu faktor penting dalam pemeliharaan tanaman. Embung yang berada di lokasi disebut masih terisi air dan dimanfaatkan petani untuk memenuhi kebutuhan penyiraman tanaman jagung.

Meski demikian, sejumlah daun jagung mulai terlihat menguning. Kondisi tersebut disebut berkaitan dengan tanaman yang sudah memasuki fase tua menjelang masa panen.

Poktan Dahlia Kuning yang mengelola lahan tersebut dipimpin Syamsul Bahri. Para petani masih akan melakukan penyiraman secara berkala untuk menjaga kondisi tanaman hingga memasuki masa panen.

“Penyiraman akan dilakukan secara berkala dengan mendatangkan air secara estafet. Selain itu, petani mulai melakukan persiapan pra panen,” demikian keterangan dalam laporan tersebut.

Program budidaya jagung pipil ini menjadi salah satu bentuk kegiatan ketahanan pangan yang melibatkan masyarakat di wilayah Kampung Rantau Bertuah. Pemantauan dilakukan untuk memastikan tanaman tetap terawat hingga hasil produksi dapat dipanen.

Selama kegiatan pengecekan berlangsung, situasi di lokasi dilaporkan aman dan lancar.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index