Siak, Catatanriau.com – Upaya mendukung program ketahanan pangan terus diperkuat jajaran Polsek Koto Gasib. Bersama Kelompok Tani (Poktan) Mekar Sari, Bhabinkamtibmas Kampung Pangkalan Pisang dan Kampung Empang Pandan, Aipda Mahadir M., melaksanakan pengendalian hama ulat greyak di lahan jagung Poktan Mekar Sari, Kampung Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Minggu (20/9/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah cepat mengantisipasi serangan Spodoptera frugiperda, atau ulat grayak fall armyworm, yang diketahui menyerang tanaman jagung hibrida maupun jagung lokal di wilayah tersebut.
Selain melakukan penyemprotan pengendalian, petugas bersama kelompok tani juga memberikan edukasi kepada para petani mengenai pentingnya penerapan konsep 6 Tepat dalam penggunaan pestisida, yakni tepat sasaran, tepat mutu, tepat jenis pestisida, tepat waktu, tepat dosis atau konsentrasi, serta tepat cara penggunaan.
Kapolsek Koto Gasib, Iptu Dwi Franata Tarigan, S.H., M.H., mengatakan bahwa pendampingan yang dilakukan personelnya merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan nasional.
"Kami hadir tidak hanya melakukan pendampingan, tetapi juga memberikan edukasi kepada petani agar pengendalian hama dilakukan secara tepat dan aman. Dengan penanganan yang benar, tanaman jagung dapat tumbuh optimal dan hasil panen masyarakat tetap terjaga," ujar Kapolsek.
Ia menjelaskan, penggunaan pestisida kimia menjadi langkah pengendalian ketika tingkat serangan sudah tergolong berat. Namun, penerapannya harus dilakukan secara bijak agar tidak menimbulkan resistensi hama di masa mendatang.
Sebagai langkah pencegahan pada musim tanam berikutnya, petani juga diimbau menerapkan pengendalian preventif, seperti perlakuan benih menggunakan insektisida sistemik sesuai rekomendasi, serta rutin memantau kondisi tanaman terutama pada fase pertumbuhan awal sebelum usia 30 hari.
"Kami berharap sinergi antara Polri dan kelompok tani terus terjalin sehingga ancaman hama dapat diantisipasi sejak dini dan produktivitas pertanian di Kecamatan Koto Gasib tetap terjaga," tutup Iptu Dwi Franata Tarigan.
Melalui kegiatan ini, Polsek Koto Gasib berharap kesadaran petani dalam menerapkan pengendalian hama terpadu semakin meningkat, sehingga sektor pertanian dapat terus menjadi penopang ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat Kabupaten Siak.***
