Hotspot 2.500 Meter Persegi di TNTN, Polsek Pangkalan Kuras Gerak Cepat Lakukan Pendinginan

Hotspot 2.500 Meter Persegi di TNTN, Polsek Pangkalan Kuras Gerak Cepat Lakukan Pendinginan
Hotspot Terdeteksi di Kawasan TNTN, Polsek Pangkalan Kuras Bergerak Cepat Cegah Karhutla Meluas, Senin 21 September

PELALAWAN,CATATAN RIAU.COM, :—  Respons cepat terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali dilakukan Polsek Pangkalan Kuras, Polres Pelalawan. Senin (21/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, personel kepolisian bersama tim gabungan melakukan verifikasi titik hotspot yang terpantau melalui aplikasi Dashboard Lancang Kuning (DLK) Polda Riau.

Hotspot tersebut sebelumnya terdeteksi pada Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 13.50 WIB, dengan koordinat -0,1660900, 101,7747900. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi faktual di lapangan sekaligus melakukan langkah mitigasi guna mencegah potensi Karhutla meluas.

Secara administratif pemerintahan, lokasi berada di Dusun V Toro Palembang RT 31 RW 09, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Namun berdasarkan pemantauan DLK, titik tersebut masuk wilayah Desa Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, yang berada di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan areal yang terbakar merupakan kawasan TNTN dengan jenis tanah mineral. Luas lahan terdampak diperkirakan mencapai 2.500 meter persegi atau sekitar seperempat hektare. Di lokasi tersebut terdapat tanaman sawit berusia sekitar tujuh tahun dan empat tahun, sementara sebagian areal lainnya telah ditumbuhi semak belukar.

Kegiatan verifikasi dipimpin langsung Kapolsek Pangkalan Kuras Kompol Parlindungan Rinaldy Situmeang, SH, bersama personel Polsek Pangkalan Kuras, Bhabinkamtibmas Andriko serta tim gabungan penanggulangan Karhutla.
Tim melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk memastikan kondisi api sekaligus mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.

Dari hasil pemeriksaan, tim menemukan areal yang sebelumnya terbakar namun api telah padam total. Petugas juga tidak menemukan titik api aktif maupun kepulan asap di sekitar lokasi. Meski demikian, petugas tetap melakukan pendinginan dan mitigasi sebagai langkah antisipasi agar bara atau titik panas yang tersisa tidak kembali memicu kebakaran.

Kapolsek Pangkalan Kuras menegaskan, verifikasi lapangan merupakan langkah rutin setiap kali terdapat notifikasi hotspot dari Dashboard Lancang Kuning. Selain memastikan kondisi aktual di lapangan, kegiatan tersebut juga penting untuk mengetahui kondisi lahan serta menelusuri faktor penyebab kebakaran, baik akibat faktor alam maupun aktivitas manusia.

Upaya pencegahan kemudian dilanjutkan dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar kawasan TNTN agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diimbau segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api maupun asap, sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.****

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index