Aksi Mahasiswa Soal Notaris J dan Monopoli TKBM Dinilai Menyesatkan dan Tak Pahami Regulasi

Aksi Mahasiswa Soal Notaris J dan Monopoli TKBM Dinilai Menyesatkan dan Tak Pahami Regulasi

Dumai, Catatanriau.com — Ketua Koperasi Jasa Pelabuhan Dumai, Agoes Budianto, bersama Ketua PK SBSI’92 Pelabuhan Dumai, Berlin Gultom, menyayangkan aksi mahasiswa yang dinilai tidak memahami perkara notaris "J" hingga menuding adanya praktik monopoli Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan Dumai.

Agoes menilai aksi mahasiswa yang menggandengkan kasus notaris "J" dengan dugaan monopoli TKBM tersebut menyesatkan dan tidak menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Notaris "J" sendiri, ujar Agoes, telah ditetapkan sebagai tersangka dan kalah dalam tuntutan praperadilan di Pengadilan Negeri Dumai beberapa waktu lalu. Oleh karena itu, pihaknya menyayangkan jika justru mahasiswa membela personal notaris tersebut.

"Seharusnya mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa ikut bersama buruh memperjuangkan hak-hak buruh yang selalu ditindas, bukan malah asal menuduh monopoli tanpa memahami aturan," tegas Agoes dengan nada santai.

Agoes menegaskan bahwa koperasi TKBM merupakan penyelenggara resmi berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 2021, Permenkop No. 6 Tahun 2023, serta SKB 2 Dirjen dan 1 Deputi Tahun 2011.

Selain itu, koperasi TKBM juga memiliki PMKU (Perusahaan Manajemen Kesatuan Usaha) dan bekerja berdasarkan regulasi pemerintah untuk menjamin perlindungan kerja, keselamatan, serta kepastian hukum bagi buruh bongkar muat di pelabuhan.

"Pelabuhan bukan tempat kerja bebas tanpa regulasi dan legalitas. Jadi jangan asal bicara monopoli kalau tidak memahami aturan," lanjut Agoes. Terkait kasus notaris "J", ia menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum dan meminta semua pihak tidak membangun opini liar yang dapat mengganggu penegakan hukum.

Sementara itu, Berlin Gultom mengatakan bahwa isu pelabuhan tidak boleh dijadikan alat kepentingan tertentu yang berpotensi memecah kondusivitas dan mengganggu stabilitas kerja ribuan TKBM di Kota Dumai.

"Menggandengkan tuntutan aksi kasus notaris J dan dugaan monopoli TKBM dapat diduga kuat sarat kepentingan. Selama ini mahasiswa selalu berjuang bersama buruh, tapi di Dumai koq beda, lucu aja," ungkap Berlin. Ia pun mengingatkan agar aksi mahasiswa tidak mengganggu stabilitas kerja TKBM yang telah berjalan sesuai regulasi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index