Inhil, Catatanriau.com – Kebakaran lahan perkebunan terjadi di wilayah Desa Belantaraya, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian.
Informasi di lapangan menyebutkan, area yang terbakar berada di kawasan Rawa 2 hingga Rawa 4. Lokasi tersebut saling terhubung karena parit di Rawa 3 tidak tersedia, sehingga api lebih mudah menjalar ke area sekitar.
Upaya pemadaman telah dilakukan selama tiga hari terakhir. Proses tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Tim Masyarakat Peduli Api (MPA) desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, pihak perusahaan, hingga masyarakat setempat.
Meski mendapat dukungan banyak pihak, proses pemadaman tidak berjalan mudah. Keterbatasan peralatan menjadi kendala utama di lapangan. Dari sejumlah mesin pemadam yang tersedia, hanya dua unit yang dapat dioperasikan karena keterbatasan selang untuk menjangkau titik api.
Selain itu, medan menuju lokasi kebakaran cukup sulit. Sumber air berada sekitar 600 meter dari titik api, sementara jarak tempuh dari desa menuju lokasi mencapai kurang lebih 8 kilometer. Kondisi ini membuat distribusi air untuk pemadaman menjadi lambat dan menyulitkan petugas.
Kepala Desa Belantaraya, Hasbullah, mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terlebih saat ini sudah memasuki musim kemarau tahun 2026.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak lagi melakukan pembakaran lahan saat membuka kebun baru. Risiko kebakaran sangat tinggi di musim kemarau seperti sekarang,” ujar Hasbullah, (3/2/26).
Ia juga meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, baik di kawasan permukiman padat maupun di area perumahan dan lahan perkebunan. Aktivitas sehari-hari yang berpotensi memicu api diminta agar lebih diperhatikan.
Menurut pemerintah desa, peran aktif masyarakat sangat menentukan dalam mencegah terjadinya kebakaran. Kesadaran bersama dinilai menjadi kunci untuk meminimalisir risiko bencana.
“Pencegahan kebakaran adalah tanggung jawab kita bersama. Kami berharap seluruh warga mematuhi imbauan ini demi keselamatan diri, keluarga, lingkungan, serta lahan masing-masing,” tambah Hasbullah.
Dengan adanya imbauan tersebut, Pemerintah Desa Belantaraya berharap kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat semakin meningkat, sehingga potensi kebakaran dapat dicegah dan kondisi lingkungan tetap aman serta kondusif selama musim kemarau.
Kalau mau, bisa sekalian dibuatkan judul alternatif atau versi lebih investigatif.***
Laporan : Supriadi
