Inhil, Catatanriau.com — Ledakan hebat pipa gas terjadi di , Kecamatan Kemuning, , Jumat sore (02/01/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Insiden tersebut memicu kobaran api besar yang menyulut aliran gas, membumbung tinggi hingga diperkirakan mencapai 100 meter, disertai kepulan asap hitam pekat. Langit di sekitar lokasi tampak memerah akibat panas ekstrem.
Dampak panas terasa hingga radius 1–3 kilometer dari titik ledakan. Warga yang berada cukup jauh dari lokasi mengaku masih merasakan hawa panas yang menyengat.

“Panasnya terasa sampai ke rumah kami, padahal jaraknya hampir dua kilometer. Api terlihat menjulang tinggi dan asapnya hitam pekat,” ujar seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.
Sejumlah rumah warga serta kendaraan yang berada dekat lokasi dilaporkan ikut terdampak. Api dilaporkan sulit dipadamkan karena sumber kebakaran berasal dari gas, sehingga penggunaan air tidak efektif. Aparat kepolisian dan TNI bersama warga hanya dapat berjaga dari jarak aman sambil melarang masyarakat mendekati titik api demi keselamatan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Warga di sekitar lokasi masih sempat menyelamatkan diri dengan menjauhi tempat kejadian perkara (TKP) saat ledakan terjadi.

Ledakan tersebut juga berdampak besar terhadap arus lalu lintas. Kemacetan panjang mengular di ruas jalan lintas, baik dari arah Jambi menuju Pekanbaru maupun sebaliknya. Hingga pukul 18.00 WIB, antrean kendaraan diperkirakan telah mencapai lebih dari 10 kilometer.
Peristiwa ini cepat menyebar luas di media sosial melalui siaran langsung sejumlah warga. Beberapa kendaraan yang nekat mencoba melintas dilaporkan mengalami kerusakan, terutama pada spion dan bagian kabin berbahan plastik atau karet yang meleleh akibat panas. Aparat mengimbau pengendara untuk tidak memaksakan diri melintasi area tersebut.
Diketahui, pipa gas yang mengalami ledakan dikelola oleh PT Transportasi Gas Indonesia (TGI), anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Aparat terus melakukan pengaturan lalu lintas dan pengamanan di sekitar lokasi, serta mengimbau warga untuk menjauhi area terdampak hingga situasi dinyatakan aman.***
