Pendidikan Tinggi Vokasi vs Akademik: Jalur Berbeda Menuju Arah yang Sama

Pendidikan Tinggi Vokasi vs Akademik: Jalur Berbeda Menuju Arah yang Sama

Catatanriau.com - Pesatnya perkembangan industri membuat kebutuhan tenaga kerja ikut bergeser. Akibatnya, tidak sedikit lulusan yang merasa bingung hingga kesulitan menembus pasar kerja. Kebingungan yang sama kini juga dirasakan oleh siswa SMA dan SMK: jurusan apa yang sebaiknya dipilih setelah lulus? Terlebih, saat ini tersedia dua jalur pendidikan tinggi yang sama-sama dapat mereka ambil- pendidikan vokasi dan pendidikan akademik, masing-masing dengan karakteristik dan peluang yang berbeda.

Sebuah pilihan yang sulit untuk menentukan jalur pendidikan manakah yang memberikan masa depan yang menjanjikan. Dalam waktu yang bersamaan, cara kerja industri bergerak pesat daripada informasi yang mereka peroleh di sekolah. Pada akhirnya, tidak sedikit mahasiswa yang merasa salah pilih jurusan, bukan karena jalurnya salah, tetapi karena mereka tidak memahami betul perbedaan pilihan yang mereka hadapi.

Vokasi: Belajar dengan langsung terjun ke Lapangan.
    
Pendidikan vokasi adalah jenjang yang menekankan pembelajaran praktik. Sejak awal perkuliahan, mahasiswa tidak dibiarkan berlama-lama berkutat pada teori, melainkan langsung dibawa ke “arena” latihan. Mereka akan lebih sering berhadapan dengan peralatan laboratorium, komputer, berbagai proyek terapan, hingga pengalaman magang di dunia kerja.

Akademik: Melatih Cara Berpikir, Analisis dan Membangun Pengetahuan
Di sisi lain, pendidikan akademik menawarkan perjalanan yang berbeda. Di jalur ini, mahasiswa diajak menggali jauh lebih dalam teori, riset dan landasan ilmiah untuk setiap bidang mereka. Mahasiswa diajarkan berpikir kritis, kuat dalam analisis. Akademik bukan lebih unggul dari vokasi dan vokasi bukan alternatif murah dari akademik. Pada akhirnya, pilihan bukan sekedar soal "vokasi atau akademik", tentunya ada faktor yang mempengaruhi minat siswa SMK dan SMA dalam memilih.

Belajar sambil Bekerja, Bekerja sambil Belajar.
Sementara itu, pendidikan vokasi berlaku prinsip belajar sambil bekerja, bekerja sambil belajar. Lulusan vokasi kerap menjadi incaran industri karena mereka dipersiapkan untuk langsung terjun ke dunia kerja. Mereka tidak hanya memahami konsep, tetapi juga terbiasa menyelesaikan tugas-tugas teknis. Berkat pengalaman menghadapi persoalan nyata di lapangan, mahasiswa vokasi umumnya lebih sigap dan tidak canggung ketika diberi tantangan praktis.
Meski demikian, jalan vokasi masih menyisakan beberapa tantangan untuk dihadapi bersama.  Tantangan inilah yang kemudian terlihat jelas dalam penelitian Yulia Anas dan Fitriyeni Oktavia yang dilakukan pada siswa-siswi SMK Kota Padang. Penelitian ini mencari tahu pengaruh minat siswa siswi SMK dalam memilih Perguruan Tinggi. Temuan mereka menunjukkan bahwa perguruan tinggi vokasi lebih banyak diminati oleh siswa yang mendapatkan dorongan dari orang tua, guru, atau teman. Menariknya, informasi karier yang seharusnya membantu siswa memahami prospek dan arah masa depan ternyata masih terbatas dan belum memberi pengaruh signifikan terhadap pilihan mereka.
Temuan ini memperkuat urgensi kolaborasi antara sekolah, perguruan tinggi vokasi, dan dunia industri untuk hadir lebih dekat memberikan gambaran nyata tentang peluang masa depan. Dengan begitu, pilihan pendidikan tidak lagi menjadi tebak-tebakan atau sekadar mengikuti arus, tetapi keputusan yang matang berdasarkan pengetahuan yang cukup.
Jika ekosistem ini dapat terbentuk, siswa tidak hanya mampu memilih jalur pendidikan yang sesuai minat, tetapi juga memiliki keyakinan bahwa pilihan tersebut akan membawa mereka menjadi sumber daya manusia yang relevan, terampil, dan siap pakai. Lebih jauh lagi, dunia industri pun akan memperoleh tenaga kerja yang benar-benar sesuai kebutuhan lapangan. Pada akhirnya, memastikan terbentuknya SDM yang kompeten bukan hanya tugas sekolah atau kampus, tetapi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menyiapkan generasi yang mampu bersaing di tengah perubahan zaman.

Penulis : Fitriyeni Oktavia, SE., M.Ak.
Departemen Vokasi FEB Unand

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index