Kampar, Catatanriau.com — Seorang sopir truk bernama Amat Bahaudin, akrab disapa Amat, menjadi korban pengeroyokan saat hendak menuju lokasi panen di kawasan perkebunan kelapa sawit masyarakat yang tergabung dalam Koperasi Pusako Senama Nenek (KOPOSAN), Desa Senama Nenek, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, pada Rabu (19/11/2025) sekitar pukul 12.30 WIB.
Menurut penuturan Amat, ia bersama seorang kernet sedang menuju titik panen ketika perjalanan mereka tiba-tiba dihadang sekitar 40 orang yang mengenakan sebo atau penutup wajah. Amat menduga kelompok tersebut berkaitan dengan Koperasi Nenek Eno Senama Nenek (KNES), namun menegaskan bahwa hal itu masih merupakan dugaan dari pihaknya.

“Tiba-tiba kami dihadang. Mereka pakai sebo semua. Datang bawa bambu, langsung memecahkan kaca dan memukul saya di bagian punggung,” ujar Amat.
Akibat serangan itu, truk Colt Diesel yang dikemudikan Amat mengalami kerusakan parah. Kaca depan truk pecah akibat pukulan, sementara kaca jendela di pintu mobil juga hancur, membuat serpihan kaca berserakan di dalam kabin, termasuk di kursi sopir dan kursi penumpang.

“Semua kaca pecah, masuk ke dalam kabin, tempat duduk penuh kaca. Saya sampai kesulitan bergerak karena serpihan di mana-mana,” tambahnya.
Selain merusak truk, massa juga merusak satu unit sepeda motor Suzuki Smash yang berada di lokasi kejadian. Sementara kernet Amat beruntung berhasil melarikan diri dan terhindar dari pengeroyokan.

Amat mengaku tidak dapat mengenali para pelaku karena semua wajah tertutup. Namun ia menyebut mengenali salah satu orang yang diduga berada dalam kelompok tersebut.
“Ada satu yang saya kenal, namanya Yaya. Dia sering terlihat di kebun dan pernah melarang-larang panen. Makanya saya ingat,” katanya.
Usai kejadian, emosi para pekerja di lapangan sempat memanas.
“Kami sudah nggak bisa sabar. Mereka duluan yang serang kami. Kami akan ramai-ramai menyerbu Pos 7 KNES,” ungkap Amat, menggambarkan kondisi di lapangan yang sempat tegang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian maupun pihak KNES belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut. Catatanriau.com masih berupaya meminta konfirmasi dari pihak terkait untuk mendapatkan kepastian mengenai penanganan kasus ini.***
