Kampar, Catatanriau.com — Ketegangan antara Koperasi KNES dan Koperasi Koposan di Desa Senama Nenek, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, kembali mencapai puncaknya setelah bentrokan fisik terjadi pada Minggu (16/11/2025). Warga menilai aparat pemerintah terkesan membiarkan bahkan “memancing di air keruh” dalam konflik yang telah berlangsung sejak 2019 itu.
Hal ini disampaikan oleh Hendri Hermawan, salah seorang warga sekitar, saat ditemui wartawan. Menurutnya, konflik yang tak kunjung selesai justru semakin diperkeruh pihak-pihak tertentu yang seharusnya menjaga keamanan.
Hendri menjelaskan bahwa konflik bermula saat Koperasi KNES mengambil alih pengelolaan dan bermitra dengan CV Elsa sejak 2019. Sejak itu, anggota Koperasi Koposan merasa dirugikan, terutama terkait transparansi dan keadilan bagi hasil.
“Selama dua tahun terakhir situasinya makin panas. Kami sudah melapor ke Polsek, Polres, Polda, sampai hearing di DPRD Riau pada 14 Oktober 2025. Tapi tidak ada hasil, bahkan pihak KNES walk out saat rapat,” ungkap Hendri.
Kekecewaan warga semakin dalam ketika pembayaran hasil kebun yang menjadi hak anggota Koperasi Koposan tidak diterima selama empat bulan terakhir. Warga pun mendatangi kebun pada 2 November 2025 untuk meminta penjelasan.
Menurut Hendri, ketidakadilan juga terlihat dari nilai pembayaran yang jauh dari layak. Lahan hak milik (SHM) seluas 2 hektare atau 1.800 m² hanya dibayar Rp400.000 per bulan per kepala keluarga.
“Itu tidak masuk akal. Warga sampai menangis ketika menceritakan nasib mereka. Terlalu seenaknya pihak KNES menentukan nominal,” jelasnya.
Situasi memanas ketika warga bergerak menuju kantor perwakilan Koperasi KNES dan dihadang oleh sejumlah security serta pengurus KNES. Adu mulut pun terjadi hingga berujung bentrokan fisik.
Menurut keterangan warga, bentrokan semakin sengit setelah terlihat adanya dugaan penggunaan sajam serta senjata jenis air gun oleh oknum pengurus KNES.
“Tiba-tiba ada warga yang teriak ‘awas senjata api!’ Itu langsung membuat masyarakat marah dan situasi kacau,” tutur Hendri.
Video Viral, Masyarakat Minta Presiden Prabowo Bertindak

Video bentrokan tersebut kini viral di media sosial. Merespons situasi yang makin tidak kondusif, masyarakat yang tergabung dalam Koperasi Koposan menyatakan sikap dan meminta campur tangan pemerintah pusat.
Perwakilan masyarakat, Datuk Tumenggung Abdul Hakim, meminta bantuan kepada:
- Presiden RI Prabowo Subianto
- Menteri Pertahanan
- DANJEN Kopassus
- Kapolda Riau
Ia berharap aparat menindak tegas pihak-pihak yang diduga bermain dalam konflik tersebut.
“Kami hanya meminta keadilan. Jangan sampai aparat justru memperkeruh keadaan. Kami memohon Presiden dan pihak berwenang turun tangan,” tegas Abdul Hakim.
Hingga berita ini diterbitkan, suasana antara dua kelompok koperasi masih tegang. Warga berharap pemerintah segera turun tangan agar konflik tidak kembali pecah dan berujung pada insiden yang lebih besar.(Adi).
