Jalan Rusak Parah, Ratusan Emak-emak di Rohil Blokade Jalan Lintas Berkat Manggala

Jalan Rusak Parah, Ratusan Emak-emak di Rohil Blokade Jalan Lintas Berkat Manggala

Rohil, Catatanriau.com — Ratusan warga yang didominasi oleh Emak-emak di Desa Manggala Sakti, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, menggelar aksi blokade di jalan lintas Berkat Manggala, Kamis (6/11/2025). Jalan yang merupakan akses utama dan milik Pemerintah Provinsi Riau itu kini lumpuh total akibat aksi protes yang dilakukan warga.

Massa tampak mendirikan tenda di tengah jalan sebagai tempat berkumpul dan berorasi. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi jalan yang sudah lama rusak parah, penuh lubang, dan berdebu saat kemarau, serta berubah menjadi kubangan lumpur saat hujan.

“Jalan ini sudah lama tidak diperbaiki. Kalau hujan becek seperti kubangan kerbau, kalau kemarau debunya luar biasa, sampai seperti salju,” ujar salah seorang warga sekitar.

Dalam aksinya, warga menghentikan semua kendaraan yang melintas, terutama truk-truk besar pengangkut kayu balak dan sawit. Mereka hanya memberikan izin lewat kepada mobil pribadi dan kendaraan pengangkut kebutuhan pokok seperti sembako.

“Kami stop semua truk besar, biar mereka tahu kami sudah muak. Bertahun-tahun jalan ini rusak, tidak ada perhatian dari pemerintah,” tambah warga lainnya.

Akibat aksi ini, arus lalu lintas di kawasan tersebut lumpuh total. Sejumlah kendaraan terpaksa berhenti dan menunggu di pinggir jalan.

Menariknya, pihak PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) sempat turun tangan membantu dengan melakukan penyiraman jalan untuk mengurangi debu. Namun warga menilai langkah tersebut hanya bersifat sementara.

“PHR memang ada bantu siram, tapi itu karena ada demo makanya mereka mau bantu siram,” kata Heriyanto, warga setempat.

Dalam orasinya, warga menyampaikan beberapa tuntutan kepada pemerintah dan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, antara lain:

  1. Jalan harus disiram minimal tiga kali sehari untuk mengurangi debu yang sangat mengganggu aktivitas warga.
  2. Truk perusahaan, terutama pengangkut kayu dan sawit, diminta melintas pelan dan tidak konvoi, karena banyak warga yang berjualan di sepanjang jalan.
  3. Segera dilakukan perbaikan jalan rusak oleh pihak perusahaan bersama pemerintah daerah.

Warga menegaskan, aksi blokade ini akan terus dilakukan hingga tuntutan mereka dipenuhi. Bahkan, mereka mengancam akan melanjutkan aksi setiap hari jika belum ada langkah nyata dari pihak terkait.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi masih memanas dan warga masih bertahan di tenda blokade sambil terus berorasi menuntut keadilan.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index