Siak, Catatanriau.com — Sebuah video yang memperlihatkan seorang ibu paruh baya meminta maaf sambil menangis karena diusir dari wilayah Kelurahan Minas Jaya, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, viral di media sosial pada Selasa (21/10/2025).
Dalam video yang diunggah oleh salah satu akun media sosial, sang ibu dengan wajah sedih mengaku menyesal karena kedapatan mengambil berondolan sawit — bukan buah sawit dari pohonnya. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh warga Minas dan mengaku tidak menyangka akan diusir dari daerah tempatnya tinggal.
“Kami minta maaf ya pak ya, Kota Minas semua, kami bukan mencuri buah, mengambil berondolannya, tapi kok diusir kami dari kota Minas ini, minta maaf ya pak ya," ungkap ibu itu dalam video berdurasi pendek tersebut.
Video itu cepat menyebar luas dan menjadi perbincangan hangat di kalangan warga Minas. Hingga Rabu (22/10/2025), unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 10 ribu kali, mendapat ratusan reaksi dan puluhan komentar, serta telah dibagikan beberapa kali.
Warga dan Netizen Terbelah dalam Menanggapi
Kolom komentar pada unggahan itu menunjukkan beragam reaksi warganet. Sebagian besar merasa simpati, menilai hukuman mengusir ibu tersebut terlalu berat hanya karena mengambil berondolan sawit yang jatuh.
“Atas dasar apa ibu ini diusir dari Minas, cuma ngambil berondolan saja,” tulis salah satu pengguna.
“Jangan sampai diusut tanpa keadilan, hanya karena berondolan,” komentar warganet lain yang geram.
“Kalau betul cuma karena berondolan, tegakkan keadilan yang sebenar-benarnya. Sekarang yang kaya makin kaya, yang miskin makin dimiskinkan,” tambah pengguna lainnya.
Namun, ada pula yang justru menyalahkan tindakan sang ibu, menilai mencuri tetaplah mencuri meskipun hanya berondolan.
“Wajar diusir kalau kerjanya mencuri. Biarpun berondolan, tetap bukan haknya,” tulis seorang warganet.
“Jangan seenaknya ngambil berondolan orang. Kalau mau, tanam sawit sendiri,” imbuh lainnya.
Beberapa komentar bernada kasar juga muncul dan memicu perdebatan di antara pengguna media sosial, namun sebagian besar menyerukan agar masalah ini tidak dibesar-besarkan sebelum ada kepastian fakta.
“Sebenernya yang betul ini mencuri sawit atau cuma ngambil berondolan? Butuh kepastian biar nggak asal bela-belain,” tulis seorang pengguna lainnya.
Pihak Kelurahan Minas Jaya Belum Terima Laporan Resmi
Saat dikonfirmasi terpisah, Lurah Minas Jaya, Apridesta, mengaku belum mendapatkan laporan resmi terkait peristiwa tersebut.
“Saya belum dapat informasi ada kejadian ini, Bang. Saya konfirmasi dulu, Bang,” tulisnya singkat melalui pesan WhatsApp, Rabu (23/10/2025).
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti penyebab dan duduk perkara yang membuat ibu paruh baya itu diusir dari wilayah Minas. Namun, video tersebut telah memantik diskusi luas mengenai keadilan sosial dan perlakuan terhadap warga kecil di daerah tersebut.
Kasus ini menunjukkan betapa sensitifnya isu sosial di tengah masyarakat, terutama ketika menyangkut warga kurang mampu dan kepemilikan lahan perkebunan. Banyak yang berharap pihak kelurahan, tokoh masyarakat, serta aparat terkait dapat segera melakukan klarifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang berkepanjangan di tengah warga Minas.***
