PELALAWAN, CATATANRIAU.COM – Suasana di Kelurahan Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, mendadak gempar. Seorang remaja perempuan berusia 18 tahun ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di Mess Karyawan PT Kelompok Tani Sawit Sejahtera (KTSS), Kamis (11/9/2025) sekitar pukul 07.00 WIB.
Korban diketahui bernama Kristina Manalu, kelahiran Lobu Hamijon, 8 September 2007. Ia tinggal bersama orang tuanya di Mess Karyawan Blok A12 PT KTSS.
Kapolsek Teluk Meranti Polres Pelalawan membenarkan kejadian ini.
“Benar, telah ditemukan seorang wanita meninggal dunia akibat gantung diri di Mess PT KTSS Teluk Meranti. Kasus sudah ditangani tim Inafis Polres Pelalawan bersama tenaga medis dari Puskesmas Teluk Meranti,” jelas Kapolsek.

Kronologi Kejadian
Pagi itu, ibu korban Dumaria Situmeang hendak membangunkan Kristina untuk membantu menyiapkan bekal. Namun, panggilan berulang kali tidak direspons. Saat mengintip dari jendela, ia melihat anaknya dalam posisi duduk bersandar. Karena tidak memberi reaksi, Dumaria bersama tetangga mendobrak pintu kamar. Betapa terkejutnya, Kristina ditemukan sudah tidak bernyawa dengan leher terikat kain merah.
Hasil Pemeriksaan
Tim Inafis Polres Pelalawan bersama tenaga medis melakukan pemeriksaan di lokasi. Dari hasil visum, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Luka yang ada sesuai dengan ciri kematian akibat gantung diri.
Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi lanjutan dan menerima kejadian ini sebagai musibah.
Identitas Korban
- Nama: Kristina Manalu
- Usia: 18 Tahun
- Alamat KK: Desa Lubuk Soting, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu
- Pekerjaan: Belum bekerja
Langkah Kepolisian
Polisi telah melakukan serangkaian tindakan, antara lain:
- Membuat laporan resmi kejadian.
- Melakukan olah TKP.
- Meminta keterangan saksi, termasuk orang tua dan tetangga korban.
- Melakukan identifikasi dan pemeriksaan medis.
Imbauan Kapolsek
Atas peristiwa ini, Kapolsek Teluk Meranti menyampaikan duka cita mendalam dan mengingatkan masyarakat untuk lebih peduli pada kondisi psikologis anak serta remaja.
“Kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya perhatian, komunikasi, dan dukungan keluarga maupun lingkungan agar peristiwa serupa tidak terulang,” ujarnya.
Jenazah korban kini telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya.***
