Aksi Aliansi GERAM Beri Ultimatum, Manajemen Roro Diberi Waktu Dua Minggu

Aksi Aliansi GERAM Beri Ultimatum, Manajemen Roro Diberi Waktu Dua Minggu

Bengkalis, Catatanriau.com – Kekecewaan masyarakat terkait layanan kapal roro memuncak dalam aksi yang digelar hari ini, Rabu, 3 September 2025. Aksi ini dilakukan oleh Aliansi GERAM (Gerakan Rakyat dan Mahasiswa) yang menuntut perbaikan segera dari pihak manajemen.

Masalah utama yang menjadi sorotan adalah operasional kapal roro yang saat ini hanya mengandalkan dua unit. Kondisi ini dinilai telah menghancurkan perekonomian masyarakat yang bergantung pada transportasi laut untuk mendistribusikan hasil bumi dan produk mereka.

Seorang perwakilan dari Aliansi GERAM, [Mizan/KORDUM], menegaskan bahwa ini bukan sekadar masalah teknis. "Ini adalah masalah kemanusiaan dan ekonomi. Petani, nelayan, dan pengusaha kecil menderita kerugian besar karena barang mereka menumpuk dan membusuk akibat keterbatasan kapal.

Namun perlu menjadi catatan kami, bahwa Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis jika hanya mengharapkan armada yang docking tanpa ada alternatif lain yang cepat dan signifikan maka dalam pernyataan sikap yang dirilis hari ini, mereka memberikan ultimatum tegas. "Kadishub Bengkalis, Bupati Bengkalis dan stake holder yang mengatur Manajemen roro diberikan waktu dua minggu untuk melakukan perbaikan signifikan. Jika tidak ada perubahan yang terlihat dalam periode tersebut, kami tidak akan ragu-ragu untuk melakukan blokade sebagai bentuk protes."

Aksi ini merupakan puncak dari kekecewaan Aliansi GERAM dan masyarakat yang merasa aspirasi mereka tidak pernah didengar. Mereka berharap pihak manajemen segera bertindak cepat untuk mengembalikan operasional kapal roro seperti semula demi keberlangsungan ekonomi dan kesejahteraan warga.***

Laporan: Diwanita 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index