Ada Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Dan Stempel Ketua Komite SDN 007 Ujung Batu

Selasa, 17 November 2020 - 16:11:54 WIB
Share Tweet Google +


ROHUL, CATATANRIAU.COM | Tanda tangan pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 007 , Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau diduga adanya pemalsuan tanda tangan dan stempel.


Ketua Komite SDN 007 Ujung batu E.H.Maruli Sihombing mengatakan pihak sekolah telah memalsukan tanda tangan dirinya dan stempelnya sebagai Ketua Komite untuk pencairan dana BOS tahun 2020.

 

"Saya terkejut kalau ada informasi bahwa dana BOS sudah cair tanpa ada pemberitahuan kepada saya, bahkan saya tidak dimintai tanda tangan dan stempel" Katanya kepada awak media ini, Selasa 17/11/2020.


Menurutnya tanpa adanya tanda tangan dari 
Ketua Komite pencairan itu tidak bisa dicairkan oleh pihak Bank, sementara saya sebagai ketua Komite yang terpilih bahkan sudah di SK kan oleh Kepala Sekolah (Kepsek) tidak ada menandatangani bahkan tidak ada pemberitahuan." Tuturnya.


Terkait pemalsuan ini, Ketua Komite langsung pertanyakan ke pihak sekolah tentang pencairan Dana BOS namun saat itu Kepsek Hj.Afrianti. SS.MM.Pd tidak masuk sedang berada di Pekanbaru, tapi saya tidak putus asa mencari informasi tersebut, saya hubungi ibu Kepsek melalui via tlefon selulernya dan via WhatsAppnya namun Ibu Kepsek tidak membalas." Ujarnya


Maka dengan rasa penasaran, Ketua Komite langsung menghubungi Pak Asmudin menjabat sebagai pemeriksaan Dana BOS, dari situlah baru saya dapat jawabannya kalau yang menandatanganinya Saudara Jasman yang juga sebagai Wakil Ketua, Tapi saat saya hubungi saudara Jasman katanya dia juga tidak ada tanda tangan."

 

Yang anehnya lagi stempel yang ada sama saya mirip dengan stempel yang digunakan oleh pihak sekolah, berarti pihak sekolah  merekayasa stempel Ketua Komite tanpa ada konfirmasi sama saya, ini sudah jelas menyalahi aturan." Kata komite dengan tegas.


Dengan rasa ingin tahu, Pada hari Senin sekira pukul 09.30 saya mendatangi ruang guru, langsung menjumpai Ibu Kepsek untuk mempertanyakan sekaligus meminta untuk melihat salinan RKAS dan RKASP TW 3 Namun kepsek tidak memberikannya dan tidak berkomentar, berarti sudah jelas ada yang tidak beres dalam dokumen pencairan Dana BOS oleh pihak sekolah." Ucapnya dengan tegas.

 

Saat awak media ini menghubungi Kepsek 007 Ujung Batu Hj.Afrianti. SS.MM.Pd melalui via telepon selulernya dan via WhatsAppnya, namun tidak ada jawaban.

 

Kalau pihak sekolah tidak transparan dengan saya selaku Ketua Komite yang terpilih saya akan melanjutkan kasus ini ke ranah hukum, atas pemalsuan tanda tangan dan stempel." Katanya.(*)




Tulis KomentarIndex
Berita TerkaitIndex