ITP2I Edukasi SD 012 Terusan Kurangi Food Waste, Perkuat Pengelolaan Pangan Program MBG

ITP2I Edukasi SD 012 Terusan Kurangi Food Waste, Perkuat Pengelolaan Pangan Program MBG
Kegiatan PKM ITP2I Edukasi SD 012 Terusan Kurangi Food Waste, Perkuat Pengelolaan Pangan Program MBG, Sabtu 26 September 2026

PELALAWAN, CATATANRIAU.COM, :— Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2I) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap pengelolaan pangan dan lingkungan melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kali ini, ITP2I mendorong pengurangan food waste melalui edukasi penanganan pangan dan teknologi pascapanen sederhana dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD 012 Terusan, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan bertajuk “Edukasi Penanganan Pangan dan Teknologi Pascapanen Sederhana untuk Mengurangi Food Waste pada Program MBG di SD 012 Terusan Pangkalan Kerinci” tersebut menjadi bagian dari kontribusi ITP2I dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga sekolah mengenai pentingnya mengelola pangan secara baik, aman dan bijak.

Tim PKM ITP2I yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Iffadhiya Fathin Adiba, S.TP., M.Sc., Wimpy Prendika, S.Si., M.Si., Fachri Ibrahim Nasution, S.TP., M.T., Arief Fazlul Rahman, S.T.P., M.S., Reiza Mutia AR, S.T.R., M.Eng., dan Bajora Justisia, S.P., M.Si. Tim memberikan edukasi mengenai berbagai langkah sederhana untuk menjaga kualitas pangan sekaligus mengurangi potensi makanan terbuang.

Dalam pemaparannya, tim PKM menjelaskan bahwa food waste menjadi salah satu persoalan dalam pengelolaan pangan. Makanan yang tidak habis dikonsumsi, penanganan yang kurang tepat maupun penyimpanan yang tidak sesuai dapat menyebabkan pangan terbuang atau mengalami penurunan mutu. Karena itu, pemahaman mengenai penanganan pangan dinilai penting, terutama di lingkungan sekolah yang menjadi salah satu tempat pelaksanaan Program MBG.

Peserta mendapatkan pengetahuan mengenai penanganan pangan mulai dari proses penerimaan, penyimpanan hingga penyajian makanan. Selain itu, peserta diperkenalkan dengan teknologi pascapanen sederhana yang dapat diterapkan untuk membantu mempertahankan mutu pangan dan memperpanjang masa simpan. Edukasi juga diarahkan untuk membangun kesadaran bahwa mengurangi food waste dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti mengambil makanan sesuai kebutuhan, menjaga kebersihan serta menyimpan makanan dengan benar.

Pelaksanaan kegiatan juga dikaitkan secara langsung dengan Program MBG di lingkungan sekolah. Penyediaan makanan bergizi, menurut tim PKM, perlu didukung dengan pengelolaan pangan yang baik agar makanan dapat dimanfaatkan secara optimal. Warga sekolah diajak memahami pentingnya kebersihan dan keamanan pangan, memperhatikan kualitas makanan serta menyesuaikan porsi dengan kebutuhan sehingga makanan yang terbuang dapat ditekan.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui penyampaian materi dan diskusi bersama peserta. Berbagai pertanyaan mengenai penanganan dan penyimpanan pangan, kualitas makanan serta makanan yang tidak habis dikonsumsi menjadi bagian dari diskusi. Pendekatan edukatif tersebut diharapkan mampu memudahkan peserta memahami sekaligus menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui PKM tersebut, ITP2I menegaskan komitmennya mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam membangun budaya pengelolaan pangan yang lebih baik di lingkungan sekolah. Pesan yang ditekankan sederhana namun penting, yakni “ambil secukupnya, konsumsi dengan bijak, dan kurangi pangan yang terbuang.” Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam pelaksanaan MBG maupun kehidupan sehari-hari, sekaligus mendukung terwujudnya sekolah yang lebih peduli terhadap pangan dan lingkungan.****

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index