Rumah Warga di Tanjung Penyembal Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp200 Juta

Rumah Warga di Tanjung Penyembal Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp200 Juta

Dumai, Catatanriau.com — Musibah kebakaran menghanguskan sebuah rumah warga di RT 15 Gang Perintis, Kelurahan Tanjung Penyembal, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.

Rumah milik Mujiono tersebut ludes terbakar bersama seluruh barang yang berada di dalamnya. Kerugian akibat peristiwa itu ditaksir mencapai Rp200 juta.

Kebakaran diduga kuat dipicu korsleting listrik. Api pertama kali diketahui oleh putri pemilik rumah, Windi, yang saat itu melihat percikan api dari instalasi listrik di bagian belakang rumah.

Dalam hitungan singkat, percikan tersebut berubah menjadi kobaran api. Api dengan cepat merambat ke bagian dinding dan atap hingga membuat seluruh bangunan sulit diselamatkan.

Windi yang panik kemudian berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar. Ia sempat berupaya menyelamatkan sejumlah barang dari dalam rumah, namun kobaran api semakin membesar dan membahayakan keselamatannya.

Dalam kondisi panik dan syok, Windi bahkan dilaporkan jatuh pingsan di lokasi kejadian. Warga yang datang kemudian memberikan pertolongan sebelum ia mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, Mujiono sedang berada di luar rumah ketika kebakaran terjadi. Kondisi tersebut membuat keluarga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga yang berada di dalam rumah.

Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan warga langsung menuju lokasi dan melakukan upaya pemadaman. Namun, kobaran api sudah membesar dan menghanguskan sebagian besar bangunan.

Kondisi bangunan yang didominasi material kayu dan bahan mudah terbakar membuat api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian rumah. Meski petugas telah melakukan pemadaman, bangunan akhirnya tidak dapat diselamatkan dan rata dengan tanah.

Sejumlah barang berharga turut menjadi korban dalam kebakaran tersebut. Di antaranya satu unit sepeda motor Honda Supra, perhiasan, satu unit laptop, seluruh perabotan rumah tangga, serta berbagai dokumen penting milik keluarga.

Tidak ada barang berharga yang dilaporkan berhasil diselamatkan dari dalam rumah.

Beruntung, kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, Windi mengalami trauma akibat kejadian tersebut dan mendapatkan penanganan medis dari tenaga kesehatan setempat.

Mujiono yang mendapat kabar mengenai musibah itu kemudian segera kembali ke rumah. Ia selanjutnya berkoordinasi dengan pihak kelurahan terkait penanganan pascakebakaran.

Petugas kepolisian bersama pihak kelurahan juga telah mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan tempat kejadian serta mendata kerugian yang dialami korban.

Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran akibat instalasi listrik. Warga diimbau memeriksa kondisi kabel dan instalasi listrik secara berkala, terutama yang sudah mengalami kerusakan atau berusia tua.

Masyarakat juga diminta tidak membiarkan peralatan elektronik menyala tanpa pengawasan dalam waktu lama sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Di tengah musibah tersebut, bantuan dari pemerintah maupun para donatur mulai berdatangan untuk membantu keluarga Mujiono memenuhi kebutuhan setelah kehilangan tempat tinggal dan seluruh harta bendanya akibat kebakaran.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index