Rohul, Catatanriau.com - Musibah kebakaran yang melanda permukiman warga di Dusun Setia Baru, Desa Rambah Tengah Barat, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, menyisakan duka bagi keluarga korban.
Di tengah kondisi tersebut, Kepolisian Sektor (Polsek) Rambah, Polres Rokan Hulu, turun langsung menemui keluarga yang terdampak kebakaran, Jumat (28/8/2026).
Kunjungan itu tidak sekadar menjadi bentuk kehadiran aparat di tengah masyarakat. Personel Polsek Rambah juga membawa bantuan kebutuhan pokok atau sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga korban setelah musibah terjadi.
Langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian Polri terhadap warga yang tengah menghadapi masa sulit. Bagi korban, kehilangan akibat kebakaran bukan hanya menyangkut kerusakan tempat tinggal dan harta benda, tetapi juga menyisakan persoalan kebutuhan sehari-hari yang harus segera dipenuhi.
Kapolsek Rambah IPTU Andi Tiro Lukito, S.H., M.M., mengatakan bantuan yang disalurkan merupakan wujud kepedulian dan empati kepolisian kepada masyarakat yang tertimpa musibah.
Menurut dia, kehadiran polisi di tengah korban diharapkan tidak hanya membantu dari sisi kebutuhan material, tetapi juga memberikan dukungan moril.
"Bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan empati Polri kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban dan bermanfaat bagi keluarga yang terdampak," ujar Andi.
Ia menambahkan, kondisi pascakebakaran menjadi masa yang tidak mudah bagi keluarga korban. Karena itu, dukungan dari lingkungan sekitar maupun berbagai pihak dinilai penting agar korban tidak merasa menghadapi musibah seorang diri.
"Kami berharap keluarga korban tetap kuat dan tabah dalam menghadapi cobaan ini," katanya.
Kehadiran personel Polsek Rambah pun mendapat respons positif dari keluarga korban. Mereka menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepolisian.
Bagi keluarga yang baru saja kehilangan sebagian harta benda akibat kebakaran, bantuan sembako tersebut menjadi bentuk dukungan nyata yang dapat langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.
Korban berharap kepedulian serupa juga datang dari berbagai pihak. Dukungan masyarakat, pemerintah, maupun lembaga terkait dinilai sangat dibutuhkan untuk membantu keluarga bangkit dan kembali menata kehidupan setelah musibah.
Kebakaran memang dapat dipadamkan, tetapi dampaknya tidak serta-merta berakhir ketika api telah menjauh. Di situlah kepedulian menjadi penting bukan hanya untuk membantu memenuhi kebutuhan korban, tetapi juga memastikan mereka tidak berjalan sendiri menghadapi masa sulit setelah bencana.***
