Angin Puting Beliung Terjang Sungai Geniot, Tiga Rumah dan Satu Warung Rusak

Angin Puting Beliung Terjang Sungai Geniot, Tiga Rumah dan Satu Warung Rusak

Dumai, Catatanriau.com — Angin puting beliung melanda pemukiman padat penduduk di Kota Dumai, Jumat malam kemarin. Tiga unit rumah dan sebuah warung mengalami kerusakan parah pada bagian atap. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Warga setempat pun segera bergotong royong membersihkan puing-puing dan memperbaiki rumah-rumah yang terdampak.

Ketua RT setempat, Bapak Mustakim, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, membenarkan kejadian angin puting beliung yang menerjang wilayahnya. Ia mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB dan berlangsung cepat.

"Kejadiannya cepat, sekitar pukul 7 malam. Atap rumah warga banyak yang beterbangan. Kami langsung keluar mengecek kondisi warga," ujar Mustakim kepada wartawan, Sabtu (15/08/2026).

Tiga pemilik rumah yang terdampak masing-masing adalah Wahyudianto, Sio Efendi, dan Gunawan. Salah seorang di antaranya, Wahyudianto, mengaku kaget dan panik saat kejadian berlangsung. "Saya lagi di dalam rumah, tiba-tiba suara gemuruh keras seperti ada yang roboh. Saya keluar, sudah lihat atap rumah sudah bolong besar dan terbang  berhamburan ke mana-mana. Anak-anak saya menangis ketakutan," kenangnya dengan suara bergetar. Meski trauma, ia dan dua pemilik rumah lainnya bersyukur seluruh keluarganya selamat. Malam itu juga, warga sekitar langsung membantu memindahkan barang-barang berharga ke tempat aman dan mengamankan aliran listrik untuk menghindari korsleting.

Bapak Mustakim memperkirakan kerugian akibat bencana ini mencapai Rp15 hingga Rp20 juta. Kerusakan terparah terjadi pada bagian atap rumah yang hampir seluruhnya rusak, sehingga membuat penghuni rumah harus mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat.

Meski terdampak, semangat kebersamaan warga langsung terlihat. Tanpa menunggu lama, warga berbondong-bondong turun ke lokasi untuk bergotong royong membersihkan reruntuhan dan menutup sementara bagian atap yang rusak dengan terpal.

"Saya lihat warga sangat sigap. Semua saling bantu, ada yang bawa tangga, paku, terpal. Ini bentuk kekeluargaan kami di sini," tambah Mustakim.

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pihak kelurahan dan kecamatan juga telah diterjunkan untuk mendata kerusakan lebih lanjut guna penanganan bantuan.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengingatkan potensi cuaca ekstrem seperti hujan deras disertai angin kencang di wilayah Riau pada masa transisi musim. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak.

Situasi di lokasi kini mulai tertangani berkat kerja sama warga dan aparat setempat. Proses perbaikan rumah-rumah rusak masih terus berjalan. Warga diharapkan tetap tenang dan waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index