KEMUNING, CATATANRIAU.COM – Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Bukit Condong, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), mendapat perhatian serius dari Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW-IWO) Provinsi Riau, Muridi Susandi. Ia mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas penyebab kebakaran, termasuk mendalami dugaan adanya aktivitas galian C ilegal di kawasan hutan tersebut.
Menurut Muridi, Polres Indragiri Hilir dan Polda Riau tidak boleh hanya fokus pada upaya pemadaman api. Penyelidikan terhadap penyebab kebakaran harus dilakukan secara menyeluruh agar penyebab pasti peristiwa tersebut dapat terungkap.
"Polisi harus mengusut secara tuntas penyebab kebakaran Bukit Condong. Jangan sampai kebakaran hutan hanya dipadamkan tanpa mengungkap siapa atau apa yang menjadi penyebabnya," tegas Muridi.
Ia menilai dugaan aktivitas galian C ilegal berupa penambangan pasir, batu, maupun tanah di kawasan hutan merupakan persoalan serius yang harus menjadi perhatian aparat penegak hukum. Menurutnya, aktivitas tersebut berpotensi merusak ekosistem, membuka tutupan hutan secara ilegal, mengganggu daerah aliran sungai (DAS), serta meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
"Kerusakan hutan akibat aktivitas ilegal tidak hanya berdampak hari ini, tetapi bisa menjadi masalah besar bagi generasi mendatang. Aparat penegak hukum harus hadir untuk memastikan kawasan hutan tidak menjadi korban kepentingan segelintir pihak," katanya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir terus berjibaku melakukan pemadaman kebakaran di kawasan Bukit Condong.
Berdasarkan laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Inhil pada Jumat (18/7/2026) pukul 22.40 WIB, Regu 2 Karhutla yang dipimpin Dantim Hendra telah tiba di lokasi dan langsung melaksanakan operasi pemadaman.
Tim membawa satu unit mesin ministriker, satu unit mesin 9 HP, 25 rol selang berukuran 1,5 inci, dua selang induk, empat nozzle, satu unit pompa mesin, tujuh helm, satu unit mobil L300, serta lima unit sepeda motor KLX untuk mendukung operasi di lapangan.
Hingga kini personel BPBD masih bertahan di lokasi meski menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan sumber air dan sulitnya medan lahan gambut yang membuat api cepat menyebar dan sulit dipadamkan.
Untuk mempercepat penanganan, BPBD Inhil telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau guna mendatangkan bantuan helikopter water bombing. Bantuan udara tersebut dilaporkan sedang menuju lokasi kebakaran.
Kepala BPBD Kabupaten Indragiri Hilir, R. Arliansyah, mengatakan seluruh personel telah diperintahkan bekerja maksimal demi mencegah meluasnya kebakaran.
"Kami sudah perintahkan Regu 2 Karhutla untuk segera bergerak ke Bukit Condong. Tim sudah berada di lokasi dan bekerja maksimal. Dukungan heli water bombing dari Provinsi juga sudah dipastikan dan sedang menuju titik api," ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api baru.
"Kendala kita memang sumber air dan medan. Namun kami tidak akan mundur. Ini demi keselamatan masyarakat Inhil. Kami meminta masyarakat tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan titik api," katanya.
Kebakaran hutan dan lahan di Bukit Condong menjadi perhatian karena kawasan tersebut merupakan ekosistem yang rentan, terutama didominasi lahan gambut yang sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan.
Seiring proses pemadaman yang masih berlangsung, aparat penegak hukum kini didorong untuk mengungkap secara transparan penyebab kebakaran tersebut, termasuk menelusuri apakah terdapat aktivitas ilegal yang turut berkontribusi terhadap kerusakan kawasan hutan.(Rls).
