Bupati Anton Dorong Mahasiswa Teknik UPP Jadi Penggerak Inovasi Pembangunan Daerah

Bupati Anton Dorong Mahasiswa Teknik UPP Jadi Penggerak Inovasi Pembangunan Daerah

Rohul, Catatanriau.com — Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu membuka ruang kolaborasi dengan kalangan akademisi dan mahasiswa dalam mendorong lahirnya gagasan baru bagi pembangunan daerah. Komitmen itu terlihat saat Bupati Rokan Hulu Anton, S.T., M.M., menerima audiensi mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian (UPP) di Ruang Rapat Rumah Dinas Bupati Rokan Hulu, Rabu (8/7/2026).

Audiensi tersebut tidak hanya membahas persiapan kegiatan mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dan generasi muda terkait peran mahasiswa dalam menghadapi tantangan pembangunan, khususnya di bidang teknik sipil dan infrastruktur.

Dalam pertemuan itu, mahasiswa Fakultas Teknik UPP menyampaikan rencana pelaksanaan Temu Wicara Regional VIII Tahun 2026 Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia (FKMTSI) Wilayah II Riau dan Kepulauan Riau yang akan digelar pada 31 Juli hingga 1 Agustus 2026 di Kabupaten Rokan Hulu.

Bupati Anton menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa bukan hanya sebagai peserta dalam dunia akademik, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan masukan dan inovasi pembangunan.

“Mahasiswa merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu tentu mendukung kegiatan positif yang mampu meningkatkan kapasitas generasi muda sekaligus membawa nama baik daerah,” ujar Anton.

Ia berharap Temu Wicara Regional FKMTSI VIII dapat menjadi wadah memperkuat jejaring antarperguruan tinggi, bertukar pemikiran, serta melahirkan ide-ide kreatif yang dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah.

Turut hadir mendampingi Bupati dalam audiensi tersebut, Plt Kepala Dinas PUPR Rokan Hulu H. Zulfikri, ST, Plt Kepala Bapperida Simel Meri, serta Kabid Kawasan Permukiman Ir. Fachruddin Siregar, ST., MT.

Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HIMA TS) UPP Muhammad Farhan Razua mengatakan, audiensi tersebut bertujuan untuk meminta dukungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dalam menyukseskan pelaksanaan Temu Wicara Regional FKMTSI Wilayah II.

"Kami datang untuk meminta dukungan pemerintah daerah terkait pelaksanaan kegiatan ini. Forum ini nantinya menjadi wadah koordinasi mahasiswa teknik sipil sekaligus memilih penanggung jawab koordinator wilayah II,"  kata Farhan kepada Catatanriau.com usai melaksanakan audensi.

Menurutnya, kegiatan regional tersebut akan menjadi momentum penting bagi mahasiswa teknik sipil dari berbagai perguruan tinggi di Riau dan Kepulauan Riau untuk berdiskusi mengenai perkembangan ilmu teknik sipil, pembangunan, serta tantangan dunia konstruksi ke depan.

Namun, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada forum akademik. Panitia juga menyiapkan agenda pengenalan potensi Kabupaten Rokan Hulu kepada para peserta melalui kegiatan kunjungan lapangan atau field trip.

Beberapa lokasi yang direncanakan menjadi tujuan kunjungan antara lain Lapangan Terbang Tuanku Tambusai, Masjid Agung Islamic Center Rokan Hulu, serta destinasi wisata Air Mertua.

"Kami ingin peserta yang datang tidak hanya mengikuti forum, tetapi juga mengenal sejarah, budaya, dan potensi wisata yang dimiliki Rokan Hulu,"  ujar Farhan.

Temu Wicara Regional VIII FKMTSI Wilayah II Tahun 2026 akan dipusatkan di Kampus Universitas Pasir Pengaraian dan diikuti sekitar 15 perguruan tinggi yang memiliki Program Studi Teknik Sipil.

Perguruan tinggi yang dijadwalkan hadir di antaranya Universitas Riau, Universitas Islam Riau, Universitas Indragiri, Universitas Kuantan Singingi, Universitas Internasional Batam, Universitas Riau Kepulauan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Universitas Abdurrab, Universitas Pahlawan, Universitas Pasir Pengaraian, Institut Teknologi Mitra Gama, Institut Teknologi Riau Pesisir, serta Politeknik Negeri Bengkalis.

Farhan mengungkapkan, dukungan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu menjadi energi positif bagi mahasiswa dalam mempersiapkan kegiatan tersebut.

"Kami berharap forum ini dapat menjadi jembatan komunikasi antara mahasiswa, akademisi, dan pemerintah daerah. Dari diskusi yang dilakukan nantinya diharapkan muncul gagasan yang dapat menjadi pertimbangan dalam pembangunan daerah,"  katanya.

Sementara itu, Kabid Kawasan Permukiman Fachruddin Siregar mengingatkan agar persiapan kegiatan dilakukan secara matang, mulai dari aspek teknis, pelayanan peserta, hingga penyajian potensi daerah kepada para tamu yang hadir. Ia menilai mahasiswa memiliki peran besar sebagai kelompok intelektual yang mampu melahirkan gagasan perubahan.

"Mahasiswa harus menjadi pelopor perubahan dan terus memberikan kontribusi nyata. Gunakan kesempatan ini untuk belajar, berdiskusi, serta menghasilkan pemikiran yang bermanfaat bagi pembangunan, khususnya di bidang teknik sipil," ujar Fachruddin.

Dengan dukungan pemerintah daerah, Temu Wicara Regional VIII FKMTSI 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi agenda organisasi mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang strategis mempertemukan ide, inovasi, dan semangat pembangunan antara generasi muda dengan pemerintah daerah.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index