Dumai, Catatanriau.com – Perjalanan pulang yang seharusnya berlangsung seperti biasa berubah menjadi musibah bagi DN, seorang pengguna jalan di Kota Dumai. Pria yang diketahui merupakan anggota aktif Bidik Tipikor DPC Dumai itu mengalami kecelakaan setelah terjatuh ke dalam lubang galian proyek yang diduga dibiarkan tanpa pengaman pada Selasa (23/6/2026) dini hari.
Akibat insiden tersebut, DN mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu segera memberikan pertolongan dan membawanya ke Naray Hospital. Namun, karena kondisi korban terus memburuk, tim medis akhirnya merujuk DN ke Rumah Sakit Awal Bros untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif.
Orang tua korban, Wartaka, mengaku sangat kecewa terhadap sikap PT Nicholas yang menurutnya belum menunjukkan tanggung jawab atas musibah yang menimpa anaknya.
“Anak saya hampir kehilangan nyawa di jalan. Sampai sekarang tidak ada itikad dari pihak perusahaan untuk datang menjenguk ataupun memberikan bantuan. Kami merasa seolah dibiarkan menghadapi semua ini sendiri,” ujarnya dengan nada sedih.
Peristiwa tersebut juga mendapat perhatian dari Bidik Tipikor DPC Dumai. Ketua Bidik Tipikor DPC Dumai, Mansur, menilai kejadian itu bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan diduga akibat kelalaian dalam pelaksanaan proyek yang mengabaikan aspek keselamatan masyarakat.
“Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas. Jika benar ada kelalaian dalam pengamanan proyek, tentu harus ada pihak yang bertanggung jawab. Jangan sampai ada korban berikutnya,” tegas Mansur.
Ia menambahkan, pihaknya telah mengumpulkan sejumlah keterangan dan bukti terkait kejadian tersebut. Apabila tidak ada itikad baik dari pihak perusahaan, Bidik Tipikor DPC Dumai menyatakan akan menempuh langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, seorang saksi mata berinisial JK mengungkapkan bahwa lokasi proyek tempat korban terjatuh dinilai minim pengamanan. Menurutnya, tidak terlihat adanya pembatas yang memadai maupun rambu-rambu peringatan yang sesuai standar.
“Pengawasan di lapangan juga jarang terlihat. Kondisi ini sangat berbahaya bagi pengguna jalan. Jangan sampai ada korban lainnya,” katanya.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Warga menilai proyek infrastruktur yang sedang berjalan harus diawasi secara ketat agar tidak membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.
Sejumlah warga bahkan meminta Pemerintah Kota Dumai untuk melakukan evaluasi terhadap proyek yang sedang berlangsung dan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap standar keselamatan.
“Jangan menunggu sampai ada korban jiwa. Kejadian yang menimpa DN harus menjadi pelajaran agar keselamatan masyarakat tidak diabaikan,” ujar salah seorang warga.
Kasus yang menimpa DN kini menjadi perhatian publik. Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat mengusut penyebab kecelakaan tersebut secara menyeluruh, sementara keluarga dan kerabat terus mendoakan kesembuhan korban yang masih menjalani perawatan intensif.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap pelaksanaan proyek harus mengutamakan keselamatan masyarakat, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang.***
