Rokan Hilir, Catatanriau.com – Seorang pengendara mobil mengaku mengalami tindakan intimidasi dari pria tak dikenal yang diduga membawa senjata api saat terjadi kemacetan lalu lintas di Jalan Bukit Timah, Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Minggu (7/6/2026).
Insiden yang terjadi di kawasan Desa Wisata Rantau Bais itu bermula ketika arus kendaraan mengalami kepadatan cukup panjang. Sejumlah kendaraan terlihat menggunakan jalur kanan untuk melintas sehingga membuat kondisi lalu lintas semakin semrawut.
Korban menuturkan, dirinya mengikuti kendaraan yang berada di depannya karena mengira jalur tersebut merupakan antrean kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar solar di SPBU terdekat.
"Saya mengira itu antrean kendaraan untuk mengisi solar. Karena kendaraan di depan juga masuk ke jalur kanan, saya ikut melintas di jalur tersebut," ujar korban.
Saat berada di tengah antrean, situasi mendadak berubah. Seorang pria yang tidak dikenalnya menghampiri mobil korban dan menunjukkan sikap yang dinilai agresif.
Korban mengaku tidak berniat menyerobot antrean maupun memancing keributan. Menurutnya, tindakan yang dilakukan semata-mata mengikuti arus kendaraan di lokasi kejadian.
Ketegangan semakin meningkat ketika pria tersebut disebut memukul bagian bodi mobil korban. Merasa tidak melakukan kesalahan, korban kemudian turun dari kendaraan untuk menanyakan alasan tindakan itu.
"Saya hanya bertanya baik-baik kenapa mobil saya dipukul," katanya.
Namun percakapan keduanya justru berkembang menjadi adu argumen. Untuk menghindari konflik yang lebih besar, korban memilih kembali masuk ke dalam mobil.
Tak lama kemudian, pria tersebut kembali mendekati kendaraan korban dan diduga mengeluarkan benda yang menyerupai pistol.
"Saya terkejut karena dia tiba-tiba menunjukkan senjata yang bentuknya mirip pistol," ungkap korban.
Korban mengaku tidak dapat memastikan apakah benda tersebut merupakan senjata api asli atau bukan. Meski demikian, tindakan itu membuatnya merasa terancam dan tidak nyaman.
Peristiwa tersebut kemudian diceritakan korban melalui media sosial. Dalam unggahannya, ia menyindir perilaku pelaku yang dianggap bertindak layaknya koboi jalanan dengan membawa senjata saat berselisih di jalan raya.
Unggahan itu pun memicu perhatian warganet. Banyak pengguna media sosial mengecam dugaan aksi pengancaman tersebut dan meminta aparat kepolisian segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku.
Masyarakat juga berharap kejadian serupa tidak terulang karena dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan serta menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat.
Hingga kini, identitas pria yang diduga melakukan intimidasi tersebut masih belum diketahui. Aparat kepolisian diharapkan dapat mengusut peristiwa itu, termasuk memastikan jenis benda yang ditunjukkan pelaku dan motif di balik tindakannya.***
