ROKAN HILIR (CR) – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia, jajaran Polsek Kubu Polres Rokan Hilir melaksanakan penanaman jagung pipil Tahap I Kuartal II Tahun 2026 di lahan seluas kurang lebih dua hektare di Kepenghuluan Teluk Piyai, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.00 hingga 15.00 WIB itu dipusatkan di Jalan Simpang Maya, Dusun SK 1 RT 004/RW 010, Kepulauan Teluk Piyai. Penanaman jagung dilakukan sebagai bentuk komitmen nyata Polri dalam mendukung swasembada pangan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kubu Dr. H. Syafrizal, S.Ag., M.Is, Datuk Penghulu Teluk Piyai Hariyo Wibowo, A.Md, Kapolsek Kubu AKP Rudi Artono Sitinjak, S.H, Kanit Reskrim IPDA Bayu Arisandi, S.H, Ps. Kanit Binmas Aipda Chaverius Aritonang, Bhabinkamtibmas Teluk Piyai Bripka Safrianto, Pendamping Kecamatan Supriyono, S.Pd, Pendamping Desa Zulfan, S.Pd, Kepala Dusun SK 1 Sudarno, serta pemilik lahan Asmawi.
Kapolsek Kubu AKP Rudi Artono Sitinjak, S.H mengatakan, program penanaman jagung ini merupakan langkah konkret Polri dalam mendukung target swasembada pangan nasional tahun 2026.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga ikut berperan aktif dalam pembangunan ekonomi masyarakat. Program penanaman jagung ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap ketahanan pangan nasional sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar AKP Rudi Artono Sitinjak di sela kegiatan.

Ia menambahkan, pihaknya terus menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan masyarakat untuk memanfaatkan lahan produktif yang ada agar hasil pertanian semakin maksimal.
“Kami berkolaborasi erat dengan pemerintah dan kelompok tani untuk memaksimalkan hasil, termasuk memanfaatkan lahan-lahan yang potensial. Harapannya, program ini memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat dan mampu menjaga stabilitas harga di tingkat petani,” tambahnya.
Menurutnya, optimalisasi lahan produktif menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah sekaligus memperkuat cadangan pangan lokal. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi simbol kuat sinergitas antara Polri, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas pangan dan kesejahteraan bersama.
Suasana penanaman jagung berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar hingga selesai.
Ke depan, program serupa direncanakan akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan pendampingan dan pengawasan intensif agar hasil panen yang diperoleh dapat optimal serta memberikan kontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional.***
