PEKANBARU,CATATAN RIAU.COM,:- Langkah tegas kembali diambil Polda Riau dalam merespons dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir. Setelah sebelumnya mencopot Kapolsek Panipahan dan Kanit Reskrim, kini institusi kepolisian tersebut melakukan evaluasi lanjutan yang berujung pada rotasi besar di tingkat personel.
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, SIK MH MHum menegaskan bahwa keputusan ini diambil melalui proses panjang dan komprehensif. Evaluasi melibatkan fungsi pengawasan internal seperti Itwasda, Propam, hingga pembahasan dalam forum Wanjak, guna memastikan penilaian kinerja personel dilakukan secara objektif dan menyeluruh.
“Dari hasil evaluasi tersebut, kami memutuskan melakukan rotasi besar yang menyasar para kanit dan anggota di Polsek Panipahan,” ujar Kapolda, Selasa (14/4/2026).
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari penataan organisasi sekaligus upaya korektif untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian di lapangan.
Menurut Kapolda, rotasi ini bukan sekadar pergantian personel, tetapi merupakan strategi untuk menghadirkan Polri yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ia menekankan pentingnya kehadiran aparat yang mampu menjaga stabilitas kamtibmas di tengah dinamika yang berkembang.
Selain berbasis evaluasi internal, keputusan ini juga merupakan bentuk respons terhadap aspirasi masyarakat Panipahan yang belakangan menunjukkan keresahan terhadap situasi keamanan. Polda Riau ingin memastikan setiap langkah yang diambil mampu menjawab harapan publik.
“Kami mendengar suara masyarakat. Ini adalah tanggung jawab moral kami untuk menghadirkan rasa aman,” tegasnya, seraya menambahkan bahwa pembenahan ini akan dilakukan secara berkelanjutan.
Di sisi lain, pembenahan di Panipahan juga diiringi langkah strategis dalam pemberantasan narkoba yang menjadi salah satu akar persoalan di wilayah tersebut. Polda Riau telah membentuk Satuan Tugas Anti Narkoba sebagai bentuk komitmen zero tolerance terhadap peredaran narkotika.
Tak hanya penindakan, pendekatan komprehensif juga dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Riau untuk mendorong Panipahan menjadi kampung Bersih dari Narkoba (Bersinar). Program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial masyarakat dalam melawan narkoba.
Sebagai penguatan, Polda Riau juga akan menggandeng tokoh pemuda, mahasiswa, dan komunitas lokal sebagai duta anti narkoba. Melalui keterlibatan masyarakat, gerakan melawan narkoba diharapkan menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.
Dengan rangkaian langkah tegas dan terukur ini, Polda Riau menegaskan komitmennya dalam melakukan pembenahan internal sekaligus memulihkan kepercayaan publik. Diharapkan, setiap personel yang bertugas mampu menunjukkan integritas, profesionalisme, dan kepekaan dalam menjaga keamanan serta menjawab tantangan besar di tengah masyarakat. ****
