Kampar, Catatanriau.com – Suasana pagi yang seharusnya tenang di Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, mendadak berubah menjadi kepanikan. Warga diguncang kabar penemuan seorang perempuan yang ditemukan tewas bersimbah darah di kamar tidurnya, Selasa (10/2/2026).

Korban diketahui bernama Artha Natalia br Sihotang (37), seorang pengusaha kecil yang dikenal sebagai pemilik Toko Artha sekaligus Agen BRILink Artha Natalia. Perempuan tersebut ditemukan sudah tidak bernyawa sekitar pukul 06.30 WIB, dalam kondisi mengenaskan di dalam kamar rumahnya.
Tragisnya, jasad korban pertama kali ditemukan oleh anak kandungnya sendiri, yang pagi itu hendak membangunkan sang ibu untuk bersiap berangkat ke sekolah. Namun niat sederhana itu berubah menjadi momen paling traumatis dalam hidupnya.
Menurut keterangan Manosor Sihotang, abang kandung korban, pada malam sebelum kejadian Artha tidur di rumah bersama anak dan keponakannya. Namun mereka menempati ruangan yang berbeda.
“Korban tidur sendirian di dalam kamar, sementara anak korban dan keponakannya tidur di dekat toko,” jelas Manosor.
Sekitar pukul 07.00 WIB, anak korban bersama sepupunya mendatangi keluarga dalam kondisi panik dan melaporkan apa yang mereka lihat. Saat keluarga masuk ke kamar, mereka mendapati Artha Natalia telah tergeletak di lantai kamar, tubuhnya dipenuhi darah dan sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Tak menunggu lama, keluarga segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tapung Hilir.
Petugas kepolisian langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian untuk mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tak lama berselang, Tim Inafis Polres Kampar dipanggil untuk melakukan identifikasi awal dan olah TKP.
Sekitar pukul 09.30 WIB, Tim Inafis tiba dan mulai melakukan pemeriksaan terhadap jenazah serta kondisi kamar korban. Selanjutnya, Kasat Reskrim Polres Kampar AKP Gian Joni Mandala S.TrK., SH., MH bersama tim dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Riau datang ke lokasi sekitar pukul 10.00 WIB untuk melakukan olah TKP lanjutan.
Kapolsek Tapung Hilir, AKP Khairil, SH, membenarkan peristiwa tersebut. Namun hingga saat ini, pihak kepolisian masih belum dapat memastikan penyebab pasti kematian korban.
“Tim masih melakukan pendalaman dan olah TKP. Jenazah korban saat ini sudah dibawa ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk keperluan otopsi. Kami berharap kasus ini segera terungkap dan apabila ada pelaku, bisa segera diamankan,” ungkap AKP Khairil.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap motif dan pelaku di balik kematian tragis Artha Natalia. Desa Kota Garo pun masih diselimuti rasa duka dan tanda tanya besar atas peristiwa berdarah tersebut.***
