Buaya Muara Raksasa 4 Meter Berjemur di Pemukiman Padat, Warga Tanjung Penyembal

Buaya Muara Raksasa 4 Meter Berjemur di Pemukiman Padat, Warga Tanjung Penyembal

Dumai, Catatanriau.com – Sebuah kejadian langka dan mencemaskan terjadi di kawasan padat penduduk Kelurahan Tanjung Penyembal Kamis 22/01/2026 Seekor buaya muara (Crocodylus porosus) berukuran raksasa, diperkirakan mencapai 4 meter, terlihat sedang berjemur di sekitar permukiman warga RT 03 pada Rabu (21/1/2026) pagi. Kemunculan reptil buas tersebut langsung menimbulkan kecemasan tinggi di kalangan warga, terutama yang beraktivitas di bantaran sungai.

Penampakan buaya besar itu pertama kali disaksikan dan direkam oleh Pak Guntur, seorang warga yang rumahnya persis di tepian sungai. Dalam rekaman yang beredar di antara warga, terlihat sosok buaya berwarna gelap dengan tubuh sangat besar sedang berdiam di tepian.

"Masyarakat di sini langsung khawatir, apalagi anak-anak kecil yang kadang main di sekitar situ," ujar Guntur saat dikonfirmasi. Ia juga mengungkapkan bahwa fenomena buaya masuk ke wilayah permukiman kerap terjadi setiap musim air kecil, di mana volume air sungai menyusut.

Menyikapi hal ini, Ketua RT 03, Misliadi, segera mengambil langkah antisipasi. Ia telah memasang poster peringatan bertuliskan "Awas Ada Buaya" di beberapa titik strategis. Himbauan keras juga disampaikan kepada seluruh warga, khususnya orang tua, untuk melarang anak-anak bermain di tepi sungai.

"Kami tidak ingin ada korban jiwa. Di setiap pertemuan warga, termasuk saat pengajian wirid Yasin, kami selalu ingatkan bahaya ini," tegas Misliadi

Abdul Kadir Jailani, Ketua LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan) Tanjung Penyembal yang akrab disapa Wak Jay, mengonfirmasi bahwa laporan serupa kerap diterima. Menurutnya, pihak berwenang sudah beberapa kali turun tangan.

"Tim dari BKSDA (Badan Konservasi Sumber Daya Alam) sudah sering kami hubungi dan mereka pun rutin melakukan pemantauan," jelas Wak Jay. Ia berharap ada solusi permanen dari otoritas terkait untuk mengatasi ancaman yang berulang ini.

Buaya muara adalah spesies buaya terbesar di dunia dan termasuk satwa dilindungi. Meski dilindungi, keberadaannya di dekat pemukiman menimbulkan potensi konflik manusia-satwa liar yang serius. Kemunculannya di wilayah padat diduga kuat karena tekanan habitat atau mencari mangsa yang mudah.

Warga diimbau untuk tetap waspada dan menjauhi sungai, terutama pada pagi dan sore hari ketika buaya aktif berjemur. Masyarakat yang melihat kemunculan buaya diminta untuk tidak mendekati dan segera melaporkan kepada Ketua RT setempat atau menghubungi posko BKSDA terdekat untuk penanganan lebih lanjut.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index