Tragedi di Senama Nenek: Korban Minta Kapolda Riau Tindak Petinggi PT NKS Yang Diduga Terlibat Pengeroyokan

Tragedi di Senama Nenek: Korban Minta Kapolda Riau Tindak Petinggi PT NKS Yang Diduga Terlibat Pengeroyokan
Para Korban dan kuasa hukumnya saat melakukan pelaporan atas tragedi yang mereka alami di Polda Riau beberapa waktu lalu.

Kampar, Catatanriau.com – Penanganan kasus pengeroyokan terhadap sopir truk dan pekerja langsir sawit di Desa Senama Nenek, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, memasuki fase baru. Setelah sebelumnya menyatakan keraguan terhadap proses penyelidikan di tingkat Polsek dan Polres, para korban kini menuntut Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heriawan, untuk turun tangan langsung.

Para korban menduga kuat bahwa aksi kekerasan tersebut dilakukan oleh tenaga keamanan outsourcing yang bekerja sama dengan Koperasi Nenek Eno Senama Nenek (KNES), yaitu PT Niozula Kencana Sejahtera (NKS).

Ahmad, sopir truk yang menjadi korban utama, menyampaikan permohonan resmi pada Ahad (23/11/2025). Ia meminta aparat segera menangkap kelompok bersebo yang melakukan penyerangan secara terencana tersebut.

“Kami meminta dengan tegas kepada Bapak Kapolda Riau, Herry Heriawan, untuk mengusut tuntas komplotan bersebo yang menyerang kami dengan senjata tajam dan bambu. Kami menduga kuat mereka adalah pasukan dari PT NKS, mitra pengamanan Koperasi KNES,” ujar Ahmad.

Insiden terjadi pada Rabu (19/11/2025) sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, Ahmad bersama Ijon (kernet) dan Dedi (pelangsir) menuju lokasi tempat pengumpulan hasil (TPH) untuk bekerja. Tiba-tiba, sekitar 40 orang berpenutup wajah muncul dan menyerang menggunakan bilah bambu.

Ijon (Kernet):
Berusaha menyelamatkan diri dengan melompat dari truk dan masuk ke semak-semak. Ia mengaku mendapat tiga kali pukulan di kepala dan badan sebelum lolos.

Ahmad (Sopir):
Berusaha merekam insiden sebagai bukti, namun ponselnya dirampas dan hingga kini hilang. Kaca truk Colt Diesel yang dikendarainya juga dihancurkan.

Dedi (Pelangsir):
Mengalami pemukulan pada beberapa bagian tubuh. Sepeda motor yang dibawanya turut dirusak hingga bagian kap dan bodinya pecah.

Serangan itu berlangsung singkat—sekitar lima menit—namun menyebabkan kerusakan besar sebelum para pelaku kabur.

Dua Petinggi PT NKS Diduga Terlibat

Dalam keterangannya, Ahmad dan Dedi menyebut bahwa mereka mengenali dua orang di antara para pelaku, meskipun kelompok tersebut memakai sebo. Keduanya menilai ciri fisik dan suara dua orang tersebut mirip dengan petinggi PT NKS yang sering beraktivitas di lapangan.

“Kami mengenali dua dari mereka. Diduga kuat mereka adalah Komisaris PT NKS berinisial YAH dan Humas PT NKS berinisial YUS. Sangat disayangkan—yang seharusnya menjaga keamanan justru diduga menjadi bagian dari penyerangan,” kata Ahmad.

Aksi kekerasan ini menuai kecaman keras dari Koperasi Petani Sawit (Koposan). Mereka menilai tindakan pengeroyokan, perusakan kendaraan, serta perampasan barang pribadi adalah bentuk premanisme terorganisir yang tidak dapat ditoleransi.

Warga meminta Kapolda Riau untuk segera memerintahkan penangkapan terhadap dua terduga yang sudah diidentifikasi korban, serta mengusut seluruh pihak yang terlibat.

Hingga artikel ini diterbitkan, PT NKS belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan keterlibatan komisaris dan humasnya dalam insiden tersebut.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index