Pekanbaru, Catatanriau.com – Sebuah video yang memperlihatkan pengendara mobil mengaku menjadi korban pelemparan batu oleh pemotor tak dikenal di kawasan Rumbai, Kota Pekanbaru, viral di media sosial.
Korban diketahui bernama Nady, yang membagikan pengalamannya melalui akun TikTok @r3_nady. Unggahan tersebut telah ditonton ratusan ribu kali dan mendapat ribuan tanda suka.
Menurut Nady, peristiwa itu terjadi pada Sabtu malam, 19 September 2026, sekitar pukul 22.50 WIB, saat dirinya melintas di kawasan Rumbai.
Dalam video yang direkam sembari memperlihatkan lokasi kejadian dan kondisi mobilnya, Nady menceritakan detik-detik saat batu menghantam kendaraannya.
"Semalam pas berkendara aku dilempar batu sama pemotor. Ini di Rumbai, dekat pemakaman. Ada motor lewat, terus aku dilempar batu," ucapnya dalam video.
Ia juga menunjukkan bagian mobil yang mengalami penyok cukup parah akibat hantaman batu berukuran besar.
"Ini sudah aku bersihkan. Penyoknya sampai ke sini. Batunya besar," katanya sambil memperlihatkan kerusakan pada bodi mobil.
Di akhir videonya, Nady meminta pihak berwenang meningkatkan keamanan di kawasan tersebut agar kejadian serupa tidak menimpa pengendara lain.
Sempat Kehilangan Konsentrasi
Saat dikonfirmasi Wartawan pada Minggu (20/9/2026), Nady menjelaskan bahwa sebelum kejadian dirinya sedang berkeliling Kota Pekanbaru, kemudian memutuskan menuju kawasan Rumbai.
Ketika melintas di sekitar kawasan yang disebut dekat Wisma Atlet, ia melihat dua sepeda motor datang dari arah berlawanan. Salah satu motor disebut bergerak agak ke tengah jalur.
Tak lama kemudian terdengar suara benturan keras.
"Terus hantaman keras, dengar 'boom'. Kami tidak laju kali, sekitar 50 kilometer per jam. Saya agak terkejut, kemudian kehilangan konsentrasi dan sedikit mengerem," ujarnya, seperti dilansir Riauaktual.com.
Akibat benturan itu, mobil yang dikendarainya sempat oleng. Bahkan, ia mengaku sempat diklakson kendaraan di belakangnya.
Karena khawatir menghentikan mobil di lokasi yang sepi, Nady memilih melanjutkan perjalanan hingga menemukan sebuah angkringan di dekat persimpangan.
"Sampai angkringan baru saya berhenti karena takut juga berhenti di tempat yang sunyi. Setelah dicek memang seperti penyok," katanya.
Pelaku Tak Terlihat Jelas
Nady mengaku tidak dapat melihat secara jelas siapa pelaku pelemparan maupun jenis sepeda motor yang digunakan.
Minimnya penerangan jalan membuat dirinya hanya melihat sorot lampu kendaraan yang melintas.
"Orangnya tidak nampak. Motornya juga tidak tahu. Dalam ingatan saya ada dua motor, yang satu agak ke tengah jalur," tuturnya.
Polisi Belum Terima Laporan Resmi
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Rumbai Iptu Rafles Simon mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan, namun hingga kini belum menerima laporan resmi terkait dugaan pelemparan batu tersebut.
"Sudah kami cek, belum adanya laporan terkait kejadian tersebut," kata Rafles.
Meski demikian, pihak kepolisian menyatakan akan meningkatkan patroli di sejumlah titik yang dinilai rawan, terutama kawasan dengan penerangan minim.
"Ke depan dengan adanya kejadian ini kami dari Polsek Rumbai, khususnya Reskrim, akan meningkatkan lebih lagi patroli ke daerah rawan dan gelap," ujarnya.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang mengalami kejadian serupa agar segera membuat laporan resmi agar petugas dapat melakukan pengecekan lokasi dan menindaklanjuti informasi tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada laporan resmi yang masuk ke Polsek Rumbai terkait dugaan pelemparan batu terhadap pengendara tersebut.***