Bengkalis, Catatanriau.com – Kericuhan yang melibatkan sekelompok masyarakat dan personel keamanan perusahaan terjadi di kawasan perkebunan PT Adei, Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau, Sabtu (3/10/2026).
Peristiwa tersebut sempat membuat warga sekitar ketakutan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kericuhan diduga berujung pada pengrusakan sejumlah fasilitas dan kendaraan operasional milik perusahaan.
Seorang warga setempat yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, situasi sempat berlangsung tegang dan terjadi aksi saling pukul.
“Rusuh, main pukul-pukulan. Mulai dari fasilitas PT sampai kendaraan rusak akibat kejadian itu. Kami ketakutan menyaksikan kejadiannya,” ujar warga tersebut.
Ia mengaku belum mengetahui secara pasti motif awal terjadinya kericuhan. Namun, menurutnya, situasi di lokasi saat kejadian cukup mencekam.
“Motif kejadiannya belum tahu. Yang jelas saat kejadian kami takut sekali,” katanya.
Berawal dari Dugaan Pencurian Buah Sawit

Sementara itu, berdasarkan keterangan kepolisian, insiden tersebut bermula sekitar pukul 10.00 WIB ketika personel security PT STRUM melakukan patroli di area perkebunan PT Adei.
Saat patroli, petugas disebut memergoki adanya dugaan pengambilan buah kelapa sawit secara ilegal.
Petugas kemudian melakukan penelusuran hingga ke lokasi penampungan atau RAM yang berada di sekitar Simpang PKS. Di lokasi tersebut, terjadi perlawanan dari sekelompok warga yang kemudian berkembang menjadi bentrokan fisik.
Situasi kembali memanas beberapa jam kemudian.
Sekitar pukul 14.30 WIB, terjadi penyerangan susulan di Pos 2 ATM Perkebunan PT Adei KM 4.
Dalam insiden tersebut, dua personel security dilaporkan mengalami luka-luka akibat terkena sabetan benda tajam dan benda tumpul.
Kedua korban masing-masing diketahui bernama Max dan Yacopa. Keduanya telah mendapatkan penanganan medis secara intensif.
Sejumlah Kendaraan dan Fasilitas Rusak

Selain menyebabkan korban luka, kericuhan juga mengakibatkan kerusakan sejumlah fasilitas dan kendaraan operasional perusahaan.
Berdasarkan data kepolisian, kerusakan tersebut meliputi satu unit mes security, dua unit mobil operasional Toyota Hilux yang mengalami kerusakan pada bagian bodi dan kaca pecah, serta empat unit sepeda motor operasional Honda CRF.
Menyikapi situasi tersebut, personel Polsek Pinggir, Polres Bengkalis, langsung bergerak ke lokasi untuk mengendalikan keadaan.
Personel kepolisian dipimpin Kanit Intelkam Polsek Pinggir, IPTU Yarman EB, S.H., mengamankan lokasi kejadian sekaligus berupaya meredam eskalasi konflik.
Polisi juga melakukan pendekatan secara humanis dengan memfasilitasi pembubaran massa serta mengintensifkan komunikasi dengan pihak-pihak yang terlibat.
“Situasi di lokasi kejadian sudah sepenuhnya aman dan kondusif. Masing-masing pihak telah meninggalkan lokasi. Kami terus mengedepankan upaya penggalangan, komunikasi, serta koordinasi interinstansi guna mencegah timbulnya konflik susulan,” ujar perwakilan kepolisian.
Polisi Imbau Warga dan Perusahaan Menahan Diri
Kepolisian mengimbau seluruh masyarakat maupun pihak perusahaan untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi.
Warga juga diminta tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Polisi menegaskan bahwa setiap persoalan yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Seluruh pihak diharapkan dapat menahan diri dan menyerahkan proses penyelesaian serta penegakan hukum kepada pihak kepolisian,” demikian imbauan kepolisian.
Hingga berita ini diterbitkan, situasi di kawasan perkebunan PT Adei, Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir, dilaporkan telah kembali kondusif. Kepolisian masih melakukan koordinasi dan pendalaman terkait insiden tersebut guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya konflik susulan.***
