Serdik Sespimen Polri: Sosialisasi, Ikrar Bersama Cegah Karhutla Hingga Berikan Bansos

Serdik Sespimen Polri: Sosialisasi, Ikrar Bersama Cegah Karhutla Hingga Berikan Bansos

INHU (CR) — Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bukan hanya tentang memadamkan api ketika sudah muncul. Jauh lebih penting, bagaimana kesadaran masyarakat dibangun sejak dini agar potensi kebakaran dapat dicegah bersama.

Semangat itulah yang dibawa para peserta didik (Serdik) Sespimmen Polri Dikreg ke-67 TA. 2026 saat melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Profesi (KKP) di wilayah hukum Polres Indragiri Hulu (Inhu), Polda Riau, Sabtu (12/9/2026).

Dalam kegiatan yang dipusatkan di Kelurahan Sekip Hilir, Kecamatan Rengat, sebanyak 10 Serdik Sespimmen Polri hadir lengkap. Rombongan dipimpin Kapokjar Serdik Alexander Putra dan bersinergi bersama Kasat Binmas Polres Inhu AKP Johnson beserta tim, Lurah Sekip Hilir Hafiz Edra Asfa, tokoh masyarakat serta warga setempat.

Kapolres Indragiri Hulu AKBP Eka Ariandy Putra, SH, SIK, M.Si melalui Kasi Humas Polres Inhu Aiptu Misran, SH mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan KKP Serdik Sespimmen Polri yang diarahkan pada upaya penanganan dan pencegahan Karhutla.

Menurutnya, persoalan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen. Polisi, pemerintah, tokoh masyarakat dan warga harus memiliki kepedulian serta komitmen yang sama dalam menjaga lingkungan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk edukasi sekaligus membangun kesadaran bersama masyarakat mengenai pentingnya pencegahan Karhutla. Penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan sinergi seluruh komponen masyarakat,” ujar Aiptu Misran menyampaikan keterangan Kapolres Inhu.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi pencegahan Karhutla kepada masyarakat Kelurahan Sekip Hilir. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan serta pentingnya menjaga lingkungan agar tidak terjadi kebakaran yang dapat berdampak luas terhadap kesehatan, lingkungan maupun aktivitas masyarakat.

Suasana semakin bermakna ketika kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama. Masyarakat dan seluruh peserta kemudian melakukan pembacaan ikrar bersama sebagai bentuk komitmen untuk mencegah terjadinya Karhutla.

Ikrar tersebut menjadi simbol bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar tanggung jawab aparat, melainkan merupakan kewajiban bersama.

Kesadaran kolektif masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam mencegah munculnya titik api, khususnya di wilayah yang memiliki potensi terjadinya kebakaran lahan.

Tak berhenti pada sosialisasi, para Serdik Sespimmen Polri juga menunjukkan kepedulian sosial dengan menggelar bakti sosial berupa pembagian paket sembako kepada masyarakat di RT 15 Kelurahan Sekip Hilir yang berada di wilayah terdampak Karhutla.

Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi bentuk kepedulian dan kehadiran Polri bersama masyarakat di tengah situasi yang dihadapi warga.

Selain sembako, masyarakat juga mendapatkan paket vitamin dan masker. Pembagian tersebut menjadi bagian dari kepedulian terhadap kesehatan warga, mengingat dampak Karhutla dapat memengaruhi kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Para peserta juga membagikan flyer berisi informasi mengenai pencegahan Karhutla kepada masyarakat. Materi tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi warga untuk selalu berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Bagi Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 TA. 2026, kegiatan KKP tersebut tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran profesional kepolisian.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat langsung persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus membangun pola penanganan yang mengedepankan pencegahan, sinergi dan kepedulian sosial.

“Harapannya, melalui kegiatan sosialisasi, ikrar bersama dan bantuan sosial ini, semakin tumbuh kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla. Polri akan terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan seluruh warga dalam menjaga lingkungan,” pungkas Aiptu Misran.

Dari Kelurahan Sekip Hilir, pesan sederhana kembali ditegaskan: mencegah Karhutla jauh lebih baik daripada menunggu api membesar. Ketika aparat dan masyarakat bergerak bersama, menjaga alam bukan lagi sekadar imbauan, melainkan menjadi sebuah komitmen bersama.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index