Siak, Catatanriau.com — Jajaran Polsek Koto Gasib terus melakukan monitoring dan pendampingan terhadap program ketahanan pangan yang dikembangkan masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tanaman pangan yang dikelola kelompok tani dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Pada Selasa (8/9/2026) pagi, Bhabinkamtibmas Kampung Empang Pandan, Aipda Mahadir M., melakukan pengecekan perkembangan tanaman jagung pipil milik Kelompok Tani (Poktan) Mekar Sari di Kampung Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu dilaksanakan di lahan pertanian seluas kurang lebih satu hektare. Dari hasil monitoring, tanaman jagung pipil tersebut telah memasuki usia sekitar 25 hari.
Pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi tanaman tetap terawat sekaligus melihat secara langsung perkembangan tanaman di tengah kondisi cuaca yang mulai memasuki musim kemarau.
Kapolsek Koto Gasib, Iptu Dwi Franata Tarigan, S.H., M.H., mengatakan musim kemarau menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh petani dalam melakukan perawatan tanaman jagung.
“Memasuki musim kemarau, kami mengimbau agar Bhabinkamtibmas bersama kelompok tani lebih intensif memperhatikan kondisi dan perawatan tanaman jagung, sehingga kebutuhan tanaman dapat terpenuhi dan pertumbuhannya tetap optimal,” ujar Iptu Dwi Franata Tarigan.
Ia menambahkan, monitoring yang dilakukan jajaran Polsek Koto Gasib merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan.
Menurutnya, pendampingan secara berkelanjutan diperlukan agar lahan pertanian yang dikelola masyarakat tetap produktif dan mampu memberikan hasil yang maksimal.
“Melalui monitoring dan pendampingan secara berkala, kami berharap tanaman jagung dapat tumbuh dengan baik hingga masa panen dan hasilnya nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Kegiatan monitoring tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas pertanian masyarakat sekaligus mendukung ketersediaan pangan di wilayah Kecamatan Koto Gasib.
Dengan adanya sinergi antara Bhabinkamtibmas dan kelompok tani, program ketahanan pangan di wilayah tersebut diharapkan dapat berjalan secara optimal dan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.***
