967,69 Hektare Terdampak Karhutla, Kapolres Pelalawan Perkuat Sinergi TNI-Polri dan Tim Gabungan

967,69 Hektare Terdampak Karhutla, Kapolres Pelalawan Perkuat Sinergi TNI-Polri dan Tim Gabungan
Karhutla Rantau Baru Hari Ke-8 Capai 967,69 Hektare, Kapolres Pelalawan Pimpin Pemadaman dan Pendinginan, Minggu 30 Agustus 2026

PELALAWAN,CATATAN RIAU.COM, :— Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, masih menjadi perhatian serius. Memasuki hari ke-8, luas lahan yang terdampak telah mencapai sekitar 967,69 hektare, sehingga upaya pemadaman dan pendinginan terus diperkuat dengan melibatkan ratusan personel gabungan.

Operasi pemadaman dan pendinginan dilaksanakan pada Minggu (30/8/2026) mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan dipimpin langsung Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K., didampingi Bupati Pelalawan H. Zukri Misran, S.M., M.M., Kabag Ren Polres Pelalawan Kompol H. Akhmad Z. Rofiqi, S.H., serta Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Shilton, S.I.K., M.H. Seluruh perkembangan penanganan turut dipantau melalui aplikasi Dashboard Lancang Kuning (DLK) Polda Riau.

Di lapangan, terdapat tujuh titik koordinat aktif yang menjadi sasaran operasi pemadaman. Kondisi medan yang didominasi lahan gambut, perkebunan sawit dan semak belukar membuat penanganan membutuhkan waktu serta strategi khusus agar api tidak kembali menyala dan meluas ke kawasan lainnya.

Sebanyak 264 personel gabungan dikerahkan dalam operasi tersebut. Kekuatan itu terdiri dari 76 personel Polri, 46 personel TNI, 15 personel BPBD Provinsi Riau, 15 personel BPBD Kabupaten Pelalawan, 10 personel Basarnas, 6 personel Damkar, 85 personel Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan, serta 10 personel Masyarakat Peduli Api (MPA) dan masyarakat.

Operasi juga diperkuat dengan berbagai sarana dan prasarana, antara lain 10 unit alat berat, satu helikopter water bombing, satu drone surveillance, puluhan mesin pemadam jenis Mini Striker, Maxtree, Sibahura dan Kohler, serta ratusan rol selang yang digunakan personel gabungan dari Polri, TNI, BPBD, Basarnas dan perusahaan.

Saat memberikan arahan di lokasi, Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara menegaskan bahwa prioritas utama tim adalah melakukan penyekatan agar kobaran api tidak masuk ke permukiman dan kebun masyarakat.

“Kita fokus menyekat api agar tidak masuk ke permukiman dan kebun warga. Sinergitas TNI-Polri, Pemda, BPBD dan perusahaan harus terus diperkuat,” tegasnya.

Kapolres juga menyebut keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala utama dalam operasi. Karena itu, koordinasi untuk pelaksanaan modifikasi cuaca telah dilakukan. “Karena kendala air, kita sudah koordinasi untuk pelaksanaan modifikasi cuaca. Dan juga berdoa semoga cepat hujan dan tidak ada lagi api dan asap,” ujarnya. Hingga hari ke-8 pukul 09.00 WIB, luas lahan terdampak bertambah sekitar 80,67 hektare dibandingkan hari sebelumnya.

Selain pemadaman dan pendinginan, tim gabungan melakukan pembuatan sekat kanal, sekat batas dan embung untuk memperlambat penjalaran api sekaligus menjaga kelembapan kawasan gambut. Tim juga melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) untuk mengetahui penyebab kebakaran. Bupati Pelalawan bersama BPBD dan Kapolsek Pangkalan Kerinci telah berkoordinasi dengan BNPB terkait rencana hujan buatan.

Fokus penanganan saat ini diarahkan ke ujung Desa Rantau Baru dan Titik 51 Perumahan Sosial Rantau Baru, dengan jarak sekitar 15 kilometer dari Polsek Pangkalan Kerinci. Kendala berupa minimnya sumber air akibat kemarau, akses jalan yang sulit serta angin kencang masih menjadi tantangan karena membuat api berpotensi cepat merambat ke arah timur dan barat.****

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index