Peduli Warga Terdampak Asap Karhutla, HMI Pelalawan dan Polisi Bagikan 2.000 Masker Gratis

Peduli Warga Terdampak Asap Karhutla, HMI Pelalawan dan Polisi Bagikan 2.000 Masker Gratis
HMI Korkom Pelalawan bersama Hipmawan dan Sat Intelkam Polres Pelalawan, membagikan 2.000 masker gratis kepada masyarakat di Jalan Sultan Syarif Hasyim, tepatnya di depan perkantoran Bupati Pelalawan, Minggu (30/8/2026).

PELALAWAN, CATATANRIAU.COM — Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak asap pascakebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditunjukkan HMI Korkom Pelalawan bersama Hipmawan dan Sat Intelkam Polres Pelalawan. Sebanyak 2.000 masker gratis dibagikan kepada masyarakat di Jalan Sultan Syarif Hasyim, tepatnya di depan perkantoran Bupati Pelalawan, Minggu (30/8/2026).

Aksi tersebut turut melibatkan Kasat Intelkam Polres Pelalawan AKP Deddy Hendra Cipta Tobing, SH, sebagai bentuk sinergi mahasiswa dan kepolisian dalam membantu masyarakat menghadapi dampak asap karhutla. Masker dibagikan kepada pengendara yang melintas serta masyarakat yang melakukan aktivitas olahraga dan jogging di sekitar kawasan perkantoran Bupati Pelalawan.

Ketua Umum HMI Korkom Pelalawan Meldianto mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Ketua Umum HMI Badko Sumbagteng, Givo Vrabora, agar kader dan struktur HMI di daerah mengambil peran aktif membantu masyarakat yang terdampak karhutla. Menurutnya, kader HMI tidak boleh hanya menjadi penonton ketika persoalan lingkungan dan kemanusiaan terjadi di tengah masyarakat.

“Instruksi HMI Badko Sumbagteng kami tindak lanjuti dengan aksi nyata di lapangan. Hari ini kami bersama Hipmawan dan Sat Intelkam Polres Pelalawan membagikan 2.000 masker gratis kepada masyarakat. Ini adalah bentuk pengabdian dan kepedulian HMI terhadap masyarakat yang terdampak karhutla,” tegas Meldianto.

Meldianto menambahkan, pembagian masker memang tidak dapat memadamkan api, namun setidaknya menjadi langkah perlindungan awal bagi masyarakat yang harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak asap. Ia mengingatkan bahwa persoalan karhutla tidak cukup ditangani ketika asap sudah menyelimuti permukiman, tetapi membutuhkan pencegahan sejak dini dan tanggung jawab bersama.

“Membagikan masker memang tidak akan memadamkan api, tetapi setidaknya dapat membantu melindungi masyarakat dari dampak asap. Jangan sampai kita hanya sibuk ketika asap sudah menyelimuti permukiman. Pencegahan harus dilakukan sejak dini dan semua pihak harus mengambil tanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Hukkav Hipmawan Dhea Kurniawan Insan Hasibuan mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu karhutla. HMI Korkom Pelalawan menegaskan, sinergi mahasiswa, masyarakat dan aparat menjadi kekuatan penting dalam menghadapi persoalan karhutla.

“HMI harus hadir ketika masyarakat membutuhkan. Dari instruksi organisasi, turun menjadi aksi; dari kepedulian, menjadi gerakan nyata,” pungkasnya. ****

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index