Kasus Finalis FLS3N, DPRD Pekanbaru Diam-Diam gelar Hearing dengan Disdik, DHL: Panggil Dewan Juri!

Kasus Finalis FLS3N, DPRD Pekanbaru Diam-Diam gelar Hearing dengan Disdik, DHL: Panggil Dewan Juri!

Pekanbaru, Catatanriau.com — Kasus finalis Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Jenjang Pendidikan Dasar Tahun 2026 untuk mewakili Provinsi Riau ke tingkat nasional hingga kini terus bergulir. DPRD Pekanbaru, Senin, 03 Agustus 2026, siang diam-diam menggelar rapat dengar pendapat atau hearing dengan Dinas Pendidikan (Disdik).

Tokoh Muda Pekanbaru Dedi Harianto Lubis SH, yang dikenal kerap menggeluti pengembangan talenta dan prestasi generasi muda, yang juga turut mengawal terungkapnya kasus ini, menyindir sikap DPRD Pekanbaru yang menggelar hearing sepihak tanpa melibatkan Dewan Juri dan Orangtua siswa.

"Agar DPRD dalam hal ini Komisi III melihat kasus ini secara jernih dan terang, harus mendengar keterangan dari Dewan Juri dan orangtua siswa. Jangan hanya sepihak dari Disdik. Disdik tentu akan berkelit dengan kata-kata untuk menutupi. Agar terang benderang, maka, seluruh pihak harus di datangkan dan dihadapkan bersama-sama," ungkap Dedi akrab dipanggil DHL.

Mantan Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Pekanbaru ini mengatakan peristiwa ini mencoreng nama Kota Pekanbaru sebagai kota layak anak. Oleh sebab itu, DPRD sebagai pengawas harus membongkar secara tuntas.

"DPRD harus menghadapkan seluruh pihak agar perkara ini terang bendera. Segala alur cerita dan kronologi harus diurai satu per satu. Kami menduga, peristiwa seperti ini bukan kali ini saja. Para Dewan Juri harus dihadirkan dalam hearing berikutnya agar jelas mereka menerangkan alur dan cara mereka menilai, membuat hasil dan lainnya. Para Pejabat Disdik ini diduga sebagian besar tidak ikut iven tidak mungkin menerangkan iven. Hanya Dewan Juri yang bisa. Jangan sampai kinerja Dewan Juri jangan dicatut-catut sepihak," tegas.

Dedi juga menyinggung peristiwa ini harus mendapat perhatian serius lantaran kota Pekanbaru masuk kategori layak anak.

"Pekanbaru adalah Kota Layak Anak. Kasus ini jangan sampai mencoreng nama yang disandang kota kita ini. Kami mendapat kabar, hingga kini Disdik beljm melakukan Telaah Staf untuk merubah SK (Surat Keputusan) Pemenang yang membuat Sekolah yang tidak ikut seleksi sebagai Juara dan Mewakili Riau. Bisa diketawai Riau ini di Nasional," kata Dedi.

Terkait polemik, sebelumnya Disdik Pekanbaru telah mengakui melakukan kesalahan. Namun pengakuan kesalahan input kembali menuai pertanyaan.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru akhirnya mengaku salah atas kasus Finalis Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang Pendidikan Dasar tahun 2026. Namun, dalih melakukan kesalahan input data tidak masuk akal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kadisdik Kota Pekanbaru DR H Syafrian Tommy, S.STP M.Si sekaligus selaku Sekretaris Definitif Disdik Kota Pekanbaru, melalui Kepala Bidang (Kabid) SD Disdik Pekanbaru Sardius, S.Pd, M.Pd akhirnya memberikan konfirmasi pengakuan secara langsung

Namun, meski mengakui telah melakukan kesalahan dalam kasus tersebut. Namun, Disdik berdalih kesalahan tersebut akibat kelalaian stafnya bernama Ridwan karena terburu-buru menginput data.

"Kami akui kami salah. Ini akibat ada kelalaian staf kami Ada kesalahan input," ungkap Sardius, Rabu, 29 Juli 2026 siang saat ditemui.

Sebelumnya diberitakan, munculnya nama siswa SD Darma Yudha yang tidak pernah ikut seleksi di tingkat Kota Pekanbaru yang belakangan menjadi finalis Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang Pendidikan Dasar tahun 2026 perwakilan Pekanbaru untuk mengikuti kompetisi tingkat Nasional, membuat heboh.

Kemudian, berdasarkan penelusuran data dan keterangan dari seluruh pihak yang terlibat mengindikasikan Disdik Pekanbaru adalah biang kerok dari persoalan ini.***

Laporan : Jaya

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index