Pelalawan, Catatanriau.com – Keheningan dini hari di Jalan Lingkar, Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Kabupaten Pelalawan, mendadak pecah oleh suara benturan keras. Sebuah bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang membawa puluhan penumpang tiba-tiba kehilangan kendali saat melintasi tikungan tajam sebelum akhirnya terguling hingga posisi roda berada di atas.
Peristiwa menegangkan itu terjadi pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 02.30 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal tersebut, meski lima penumpang mengalami luka ringan dan bus mengalami kerusakan dengan kerugian material diperkirakan mencapai Rp60 juta.
Bus ALS bernomor polisi BK 7641 LD diketahui dikemudikan Afrizal (38), warga Medan Amplas, Kota Medan, Sumatera Utara. Saat kejadian, bus membawa sebanyak 34 orang penumpang dan sedang dalam perjalanan dari Pangkalan Kerinci menuju Sorek melalui Jalan Lingkar.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan diduga terjadi karena pengemudi kurang berkonsentrasi dan tidak memperhatikan kondisi jalan saat melintasi tikungan ke kanan yang cukup tajam.
Akibatnya, roda kiri bus keluar dari badan jalan hingga kendaraan kehilangan keseimbangan dan langsung terguling ke sisi kiri dengan posisi terbalik.
Lima penumpang yang mengalami luka ringan yakni Muhammad Lungun yang mengalami nyeri pada pinggang, Siti Maisaroh mengalami nyeri pada pinggang, Almahyra Rizkyana Sipahutar mengalami luka lecet pada tangan, Ida Suryani mengalami nyeri pada pinggang, serta Fifi Anti Aviana mengalami luka lecet pada kaki kiri.
Seluruh korban sempat mendapatkan penanganan medis di RS Efarina sebelum kemudian dipulangkan.
Kasat Lantas Polres Pelalawan, AKP Tatit Rizkyan Hanafi, mengatakan tidak ada korban meninggal dunia maupun luka berat dalam insiden tersebut. Pihaknya juga telah melakukan serangkaian tindakan kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
"Personel Satlantas Polres Pelalawan langsung menerima laporan, mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah TKP, memeriksa dan mencatat keterangan saksi-saksi serta mengamankan barang bukti. Dugaan sementara kecelakaan terjadi karena pengemudi kurang konsentrasi saat melintasi tikungan sehingga kendaraan keluar dari badan jalan dan terbalik," ujar AKP Tatit Rizkyan Hanafi.
Ia juga mengimbau seluruh pengemudi, khususnya kendaraan angkutan umum, agar selalu meningkatkan kewaspadaan selama berkendara, terutama saat melintas pada malam hingga dini hari ketika kondisi jalan cenderung sepi namun memiliki tingkat risiko tinggi.
"Pengemudi harus memastikan kondisi fisik tetap prima, tetap fokus saat berkendara, serta menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan. Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama," tegasnya.
Diketahui, lokasi kecelakaan berada di kawasan yang dekat dengan permukiman penduduk. Saat kejadian cuaca dalam kondisi cerah, namun suasana masih gelap karena terjadi pada dini hari. Kondisi jalan berupa beton dengan kontur datar dan memiliki tikungan ke kanan yang cukup tajam, sementara arus lalu lintas saat itu relatif sepi.
Polisi masih menangani proses administrasi kecelakaan dan memastikan seluruh penumpang telah mendapatkan penanganan yang diperlukan. Hingga kini, penyelidikan terkait penyebab pasti kecelakaan masih terus dilakukan.***
