Dumai, Catatanriau.com – Pencarian terhadap Nur Fazira (6), bocah perempuan asal Pangkalan Nyirih, Pulau Rupat, yang dilaporkan tenggelam di perairan Pelabuhan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Purnama, Kota Dumai, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (24/6/2026) pagi.
Jasad korban ditemukan mengapung sekitar 100 meter dari lokasi awal ia dilaporkan tercebur ke laut. Tim gabungan yang tengah melakukan patroli dan pencarian langsung bergerak cepat mengevakuasi tubuh bocah malang tersebut ke atas boat sebelum dibawa menggunakan ambulans untuk penanganan lebih lanjut.
Kasat Polairud Polres Dumai, AKP Roni Sitinjak, menjelaskan bahwa peristiwa nahas tersebut terjadi pada Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, Nur Fazira berjalan bersama dua kakaknya, Mustofa (14) dan Fikar (11), yang sedang memancing di pinggiran dermaga Pelabuhan TPI Purnama.
"Informasi sementara, korban berjalan bersama kedua abangnya di pinggiran dermaga pelabuhan TPI. Diduga kaki korban terpeleset sehingga terjatuh dan tercebur ke laut," ujar AKP Roni Sitinjak.
Korban diketahui merupakan warga Pangkalan Nyirih, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis.
Sejak laporan diterima, upaya pencarian langsung dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari personel Mabes Baharkam Polri, KSOP Dumai, Basarnas Dumai, serta Satpolairud Polres Dumai. Pencarian juga mendapat bantuan dari nelayan dan masyarakat setempat yang ikut menyisir perairan sekitar pelabuhan menggunakan kapal-kapal kecil.
Suasana haru menyelimuti proses pencarian. Orang tua korban bersama saudara-saudaranya terus memanjatkan doa, membaca Al-Qur'an, hingga mengumandangkan azan sesuai keyakinan mereka, berharap Nur Fazira segera ditemukan.
Pencarian sempat dihentikan pada malam hari karena faktor keselamatan dan rencananya akan dilanjutkan kembali pada Rabu pagi. Namun sebelum operasi pencarian kembali dimulai, jasad korban lebih dahulu ditemukan oleh tim patroli gabungan tidak jauh dari lokasi kejadian.
Kapten Basarnas Dumai, Leni Tadika, membenarkan penemuan tersebut. Ia mengatakan korban telah berhasil dievakuasi dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk proses penanganan lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat berada di sekitar perairan maupun area dermaga yang memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan.***
