Rohul, Catatanriau.com — Komitmen Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat terus diperkuat. Melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Pemkab Rokan Hulu secara resmi membuka Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Lenggok Tahun Ajaran 2026/2027 di Desa Pematang Tebih, Kecamatan Ujung Batu, Senin (15/6/2026).
Peresmian tersebut menjadi tonggak baru dalam menghadirkan pendidikan nonformal yang lebih terbuka, inklusif, dan mudah dijangkau masyarakat. Kehadiran PKBM Lenggok diharapkan mampu menjadi solusi bagi anak-anak yang selama ini tidak dapat melanjutkan pendidikan formal, sehingga mereka tetap memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Peresmian dilakukan langsung oleh Plt. Kepala Disdikpora Rokan Hulu, Alreza Ahyu, SE., M.Si., Ak., yang ditandai dengan pengguntingan pita sebagai simbol dimulainya operasional PKBM Lenggok.
Dalam sambutannya, Alreza menegaskan bahwa keberadaan PKBM Lenggok merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah daerah dalam memastikan setiap warga memperoleh hak pendidikan tanpa terkecuali.
Menurutnya, sasaran utama program tersebut adalah Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Putus Sekolah (APS), baik mereka yang berhenti di tengah perjalanan pendidikan maupun yang tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya.
"PKBM Lenggok ini terutama diperuntukkan bagi anak tidak sekolah dan anak putus sekolah. Ada dua kategori, yakni anak yang drop out atau tidak tamat, serta anak yang tidak melanjutkan pendidikan. Kedua kategori ini menjadi perhatian bersama agar mereka kembali memperoleh hak pendidikan," ujar Alreza.
Ia menjelaskan, PKBM bukan hanya menjadi tempat memperoleh ijazah kesetaraan, tetapi juga wadah bagi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kualitas sumber daya manusia. Dengan demikian, para warga belajar nantinya diharapkan mampu menjadi generasi yang produktif dan berdaya saing.
Lebih lanjut, Alreza menegaskan bahwa seluruh layanan pendidikan di PKBM Lenggok diberikan secara gratis. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, Bunda PAUD, hingga pegiat pendidikan dan literasi untuk bersama-sama menyosialisasikan keberadaan PKBM tersebut kepada masyarakat luas.
"Kami sampaikan kepada Pak Kades, Ibu Camat, Bunda PAUD dan para pegiat literasi agar keberadaan PKBM ini disebarluaskan kepada masyarakat. Ini adalah kesempatan bagi anak-anak yang putus sekolah untuk kembali belajar, dan yang terpenting seluruh layanan pendidikan di PKBM ini gratis," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Alreza juga menyampaikan kabar menggembirakan bagi dunia pendidikan Kabupaten Rokan Hulu. Ia mengungkapkan bahwa Pemkab Rohul berhasil meraih penghargaan Program Revitalisasi Bahasa Daerah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Rokan Hulu dan menjadikan Negeri Seribu Suluk sebagai satu-satunya kabupaten/kota di Provinsi Riau yang berhasil memperoleh apresiasi tersebut.
Keberhasilan itu menjadi bukti bahwa perhatian Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu terhadap dunia pendidikan tidak hanya berfokus pada peningkatan akses belajar, tetapi juga pelestarian budaya dan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.
Dengan hadirnya PKBM Lenggok, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu berharap tidak ada lagi anak yang kehilangan kesempatan untuk mengenyam pendidikan. Sebab, pendidikan merupakan hak setiap warga negara sekaligus fondasi utama dalam menciptakan generasi Rohul yang cerdas, terampil, dan berdaya saing menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.***
