Harga Sembako di Pelalawan Tetap Stabil di Tengah Penguatan Dolar AS, Daya Beli Masyarakat Terjaga

Harga Sembako di Pelalawan Tetap Stabil di Tengah Penguatan Dolar AS, Daya Beli Masyarakat Terjaga
Harga Sembako di Pelalawan Tetap Stabil di Tengah Penguatan Dolar AS, Daya Beli Masyarakat Terjaga, Rabu 10 Juni 2026

PELALAWAN,CATATAN RIAU.COM,:—  Meskipun nilai tukar Dolar Amerika Serikat terhadap Rupiah mengalami penguatan dalam beberapa waktu terakhir, harga bahan pangan pokok di Kabupaten Pelalawan hingga 10 Juni 2026 masih terpantau stabil. Kondisi ini menjadi kabar baik bagi masyarakat karena kebutuhan sehari-hari masih dapat diperoleh dengan harga yang relatif normal tanpa lonjakan yang signifikan.

Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pelalawan, belum ditemukan adanya dampak langsung dari penguatan Dolar AS maupun kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi terhadap harga sembako di pasaran. Aktivitas perdagangan di sejumlah pasar tradisional dan pusat distribusi masih berjalan normal dengan pasokan yang mencukupi.

Dari sekitar 20 jenis komoditas pangan yang rutin dipantau pemerintah daerah, mayoritas masih berada pada tingkat harga yang stabil. Bahkan, beberapa komoditas menunjukkan tren penurunan harga yang memberikan keuntungan bagi konsumen dan membantu menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global.

Salah satu komoditas yang mengalami penurunan harga adalah daging ayam ras. Harga daging ayam tercatat turun sekitar Rp1.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp30.000 menjadi sekitar Rp29.000 per kilogram. Penurunan ini disambut positif oleh masyarakat karena daging ayam merupakan salah satu sumber protein yang paling banyak dikonsumsi rumah tangga.

Sementara itu, komoditas yang biasanya rentan mengalami fluktuasi harga seperti cabai merah dan cabai rawit masih berada pada kisaran harga yang wajar. Harga kedua komoditas tersebut berkisar antara Rp35.000 hingga Rp45.000 per kilogram tanpa mengalami kenaikan yang berarti, sehingga tidak menimbulkan gejolak di tingkat konsumen.

Selain cabai dan daging ayam, sejumlah kebutuhan pokok lainnya seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan tepung terigu juga masih berada dalam kondisi stabil. Ketersediaan barang di tingkat distributor maupun pedagang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga tidak terjadi kelangkaan maupun gangguan pasokan yang dapat memicu kenaikan harga.

Pemerintah Kabupaten Pelalawan menilai stabilitas harga ini menunjukkan bahwa sistem distribusi dan pasokan pangan masih berjalan dengan baik. Meski demikian, pengawasan pasar tetap dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan dari perkembangan ekonomi global, terutama terhadap komoditas yang memiliki ketergantungan pada bahan baku impor atau biaya distribusi yang tinggi.

Stabilitas harga pangan menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah. Hingga saat ini, kondisi inflasi di Kabupaten Pelalawan masih berada pada kategori aman dan terkendali. Dengan pasokan yang terjaga serta harga kebutuhan pokok yang relatif stabil, pemerintah optimistis perekonomian masyarakat Pelalawan tetap kuat menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang berkembang di tingkat nasional maupun global.****

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index