Rohil, Catatanriau.com — Upaya pelestarian sastra lisan Melayu terus digalakkan melalui berbagai kegiatan budaya. Salah satunya dilakukan oleh pegiat budaya Muhammad Sarbaini yang dikenal dengan sapaan Rahmat Pantun melalui kegiatan “Workshop Pelestarian dan Pengembangan Pantun Tradisional” bertema “Melestarikan Akar, Mengembangkan Karya”.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu hingga Minggu, 30–31 Mei 2026, bertempat di Aula Kantor Camat Tanah Putih Tanjung Melawan.
Workshop ini merupakan bagian dari program Fasilitas Pemajuan Kebudayaan (FPK) yang terlaksana melalui kolaborasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IV Kepulauan Riau di bawah naungan Kementerian Kebudayaan.
Rahmat Pantun mengatakan, kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang edukasi sekaligus penguatan identitas budaya Melayu, khususnya bagi generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai seni pantun.
“Pantun bukan sekadar rangkaian kata, tetapi identitas budaya yang harus dijaga dan diwariskan. Melalui workshop ini, kami ingin mendorong lahirnya kreativitas baru dalam pengembangan sastra lisan agar tetap relevan di era modern,” ujarnya, Senin (11/5).
Dalam pelaksanaannya, workshop akan menitikberatkan pada dua aspek utama, yakni penguatan nilai budaya dan pengembangan kreativitas peserta dalam menggubah pantun.

Melalui materi yang diberikan, peserta diharapkan mampu memahami pantun sebagai warisan budaya tak benda yang memiliki nilai sejarah, pendidikan, dan moral dalam kehidupan masyarakat Melayu. Selain itu, peserta juga akan dilatih menciptakan pantun yang dapat digunakan dalam berbagai konteks, baik kegiatan adat maupun ekspresi seni kontemporer.
Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi baru pemantun yang kreatif dan adaptif, sehingga seni pantun tetap hidup dan berkembang di tengah arus digitalisasi dan perubahan zaman.
Muhammad Sarbaini atau Rahmat Pantun sendiri dikenal sebagai pegiat seni dan budaya yang aktif mempromosikan sastra pantun di wilayah Riau dan sekitarnya. Melalui berbagai kegiatan edukasi budaya, ia terus berkomitmen menjaga keberlangsungan tradisi lisan Melayu agar tetap dikenal oleh masyarakat luas, terutama kalangan muda.***
