Gerah Namanya Dicatut, IWO Inhu Laporkan Oknum Pengumpul PETI Terkait Fitnah Suap Puluhan Juta

Gerah Namanya Dicatut, IWO Inhu Laporkan Oknum Pengumpul PETI Terkait Fitnah Suap Puluhan Juta

Inhu, Catatanriau.com – Belasan wartawan yang tergabung dalam Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menyatakan sikap tegas terhadap tudingan miring yang dialamatkan kepada profesi pers. Mereka berencana melaporkan seorang warga Desa Japura, Kecamatan Lirik, berinisial BM alias Bujang Mas ke Mapolres Inhu pada Sabtu (09/05/2026).


Laporan ini dipicu oleh pernyataan BM di sejumlah media online sekitar satu bulan lalu. Dalam keterangannya, BM menyebut telah menyetorkan "uang koordinasi" atau upeti hingga puluhan juta rupiah setiap bulan kepada para jurnalis.


Hal itu dilakukan agar aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang ia kelola di wilayah Indragiri Hulu tetap berjalan mulus tanpa sorotan media.
Ketua IWO Inhu, Rudiwalker Purba, menegaskan bahwa tuduhan tersebut adalah fitnah keji yang mencederai integritas profesi wartawan, khususnya mereka yang bernaung di bawah bendera IWO.


"Nama baik kawan-kawan media dicatut sebagai penerima jatah. Ini tindakan serius yang mencoba membenturkan profesi kami dengan suap. Maka dari itu, kami sepakat menyeret saudara BM ke jalur hukum," ujar Rudiwalker Purba setelah memimpin rapat internal IWO di Japura, Jumat (08/05/2025).


Rudi juga menekankan bahwa tindakan melaporkan BM bukan sekadar membela nama baik, melainkan juga mendesak kepolisian untuk membongkar praktik ilegal yang selama ini terjadi.


"Kami meminta APH Polres Inhu memproses laporan ini dengan serius, apalagi ini berkaitan erat dengan aktivitas PETI yang memang menjadi perhatian publik dan hukum," tambahnya lagi.


Sebelum memutuskan melapor ke polisi, beberapa awak media diketahui telah mencoba melakukan konfirmasi kepada Bujang Mas melalui sambungan seluler dan pesan singkat terkait pernyataannya tersebut. Namun, meskipun nomor WhatsApp yang bersangkutan terlihat aktif, ia enggan merespons upaya klarifikasi tersebut.


Gerakan kolektif wartawan di Inhu ini menjadi sinyal kuat bahwa insan pers tidak akan tinggal diam terhadap upaya-upaya pelecehan profesi maupun praktik suap yang mencoba membungkam fungsi kontrol sosial mereka.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index