Siak, Catatanriau.com — Mediasi antara Pemerintah Provinsi Riau dan perwakilan masyarakat terkait perbaikan Jalan Simpang Perawang – Jembatan Lukut, Kecamatan Minas, digelar pada Rabu (15/4/2026) pagi di kawasan Simpang Perawang, Kelurahan Minas Jaya.
Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 09.10 WIB ini berlangsung dalam suasana terbuka dan kondusif dengan pengawalan langsung dari Kapolsek Minas Kompol Syahrizal, S.E., S.H., M.Si., M.H bersama jajaran.

Mediasi tersebut turut dihadiri PJ Kadis PUPR Provinsi Riau Thomas, Kabid PUPR Khairul Rizal, Kadis PUPR Kabupaten Siak Ardi Irfandi, serta Camat Minas Nurfa Octolita, SE. Dari unsur masyarakat hadir sejumlah tokoh dan perwakilan warga yang sebelumnya terlibat dalam aksi.
Dalam forum tersebut, PJ Kadis PUPR Provinsi Riau Thomas menyampaikan kondisi anggaran yang menjadi kendala dalam percepatan pembangunan infrastruktur.
“Kami sangat prihatin dengan kondisi jalan di Riau yang banyak mengalami kerusakan. Namun dengan keterbatasan anggaran, saat ini kami baru mampu mengerjakan sekitar 1 kilometer dari total 3,8 kilometer,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengerjaan awal tersebut direncanakan dimulai pada akhir Mei hingga awal Juni 2026.
“Untuk sisanya, akan tetap dilakukan perawatan dan kami upayakan melalui kerja sama dengan pihak swasta serta penganggaran lanjutan,” tambahnya.
Dari pihak masyarakat, Ketua RT setempat, Rudianto Tarihoran, menyoroti komitmen pemerintah yang sebelumnya telah disampaikan.
“Kami sudah pernah menerima janji pada tahun 2025. Kami hanya ingin kepastian, agar apa yang disampaikan hari ini benar-benar direalisasikan,” tegasnya.
Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Hotman Simanjuntak yang meminta kejelasan waktu pelaksanaan.
“Kami tidak terlalu memahami soal anggaran, yang kami butuhkan adalah kepastian kapan jalan ini diperbaiki. Sudah hampir delapan tahun kondisinya rusak parah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RT lainnya, Lamhot Parapat, menambahkan perlunya langkah teknis dalam perbaikan jalan.
“Kami berharap perbaikan dilengkapi dengan turap karena jalan ini sering longsor, serta penertiban tonase kendaraan agar kerusakan tidak terulang,” katanya.
Dari hasil mediasi, disepakati bahwa pengerjaan rigid beton sepanjang ±1 kilometer akan dimulai pada akhir Mei hingga awal Juni 2026. Selain itu, masyarakat juga akan dilibatkan dalam menentukan titik prioritas pengerjaan.
Untuk sisa ruas jalan sepanjang ±2,8 kilometer, pemerintah akan mengajak pihak perusahaan untuk berkoordinasi dalam perbaikan, serta memastikan informasi perkembangan disampaikan kepada masyarakat.***
