Siak, Catatanriau.com — Ditengah kesepakatan bersama antara Pelindo Regional 1 Terminal Petikemas Perawang Riau bersama peserta pengunjuk rasa beberapa waktu lalu, komitmen GM Pelindo dipertanyakan.
Janji manis penghentian sementara operasional PT Kharisma Inti Mitra Indonesia (KIMI), paska aksi massa besar-besaran di gerbang Pelindo Regional 1 Terminal Petikemas Perawang Riau, kini tengah diuji.
Alih-alih tidak ada aktivitas, fakta di lapangan justru menunjukkan tanda tanya besar. Operasional rekanan pelindo tersebut, disinyalir masih berjalan memicu keraguan publik atas komitmen yang telah disepakati.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, Rabu 8 April 2026, setidaknya terdapat delapan truk pengangkut cangkang milik PT KIMI terpantau memasuki area stockpile di kawasan Pelindo Perawang.
Kehadiran armada tersebut, kontras dengan pernyataan resmi yang menyebutkan penghentian sementara operasional PT KIMI saat itu.
Seorang pengemudi truk yang ditemui beberapa waktu lalu di lokasi mengonfirmasi muatan yang mereka bawa memang milik PT KIMI.
"Barangnya (cangkang) punya PT KIMI, kami hanya pihak pengangkutan. Kalau diinstruksikan kami kesini, ya kami berangkat," ungkapnya.
Selain itu, warga juga mempertanyakan janji atau komitmen dari pihak Pelindo Perawang pada saat aksi demo sebelumnya.
"Kami bukan menahan (truk cangkang), kami mengamankan. Kami mempertanyakan komitmen dari pihak pelindo," ucap salah satu warga.
Warga sekitar juga melaporkan adanya pergerakan armada pada waktu-waktu yang tidak biasa. Dugaan "operasi senyap" ini, semakin memperkeruh suasana di tengah masyarakat yang sedang memantau realisasi tuntutan.
Pantauan warga, aktivitas pengangkutan kerap terjadi saat hari mulai gelap. Temuan terbaru, sekitar empat unit truk kembali dikabarkan kembali terpantau memasuki kawasan Pelindo Perawang.
"Informasinya tadi malam ada juga cangkang PT KIMI yang masuk, sekitar empat mobil. Kami terus memantau ini," ujar salah seorang warga lain, Sabtu (11/04/2026).
Sebelumnya, dalam pernyataannya kepada peserta unjuk rasa saat itu, Yulfiatmi menegaskan untuk aktivitas PT KIMI akan dihentikan sementara.
Hal yang dipandang sebagai bentuk respon atas tuntutan massa. Namun, kondisi terkini dinilai tidak sejalan dengan pernyataan tersebut.
Sementara itu, menanggapi laporan yang ada, pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pekanbaru Anwar saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti temuan tersebut ke tingkat pimpinan.
"Kami akan laporkan kejadian ini ke pimpinan," kata Anwar yang juga hadir saat aksi demo berlangsung beberapa waktu lalu.
Jika tidak segera ada klarifikasi dan langkah konkret terkait ketidaksinkronan antara janji dan fakta ini situasi tersebut, dikhawatirkan berpotensi memicu gelombang protes lanjutan.
Publik kini menanti, apakah komitmen yang telah disampaikan akan ditegakkan?, atau justru menjadi penggerus kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan kawasan pelabuhan.
Hingga berita ini tayang dihalaman media ini, wartawan belum mendapatkan keterangan resmi dari GM Pelindo Regional 1 Perawang Riau maupun PT KIMI.
Kondisi ini semakin memperkuat persepsi publik bahwa adanya ketidaktegasan dalam menindaklanjuti hasil mediasi.***
