Biadab! Ayah di Rokan Hulu Tega Perkosa Dua Putri Kandung, Jadi Bulan-bulanan Massa Hingga Babak Belur

Biadab! Ayah di Rokan Hulu Tega Perkosa Dua Putri Kandung, Jadi Bulan-bulanan Massa Hingga Babak Belur
Kondisi Pelaku Pasca Jadi Bulan-bulanan Massa pada Rabu malam (08/04/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

Rohul, Catatanriau.com – Warga SP 1, Desa Sungai Kuti, Kecamatan Kunto Darussalam (Kota Lama), Kabupaten Rokan Hulu, Riau, digemparkan oleh aksi main hakim sendiri terhadap seorang pria paruh baya pada Rabu malam (08/04/2026).

Pria yang akrab disapa Wak Ireng tersebut menjadi sasaran amuk massa setelah diduga kuat melakukan tindakan asusila terhadap dua putri kandungnya yang masih di bawah umur.

Peristiwa dramatis itu terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Pelaku yang sempat menjadi buronan warga selama tiga hari akhirnya tertangkap di area Simpang PT SAM dan mengalami luka serius akibat dihajar warga yang geram, sebelum akhirnya diamankan oleh pihak kepolisian.

Aksi bejat pelaku terungkap setelah putri sulungnya, yang berusia 16 tahun, tidak lagi sanggup memendam penderitaan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban melarikan diri dari rumah menuju kediaman abangnya untuk mencari perlindungan.

Evi, salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian, menuturkan pengakuan memilukan dari korban.

"Anaknya yang umur 16 tahun itu bercerita dia sudah diperlakukan tidak senonoh oleh ayahnya selama setahun belakangan. Dalam seminggu, dia bisa dipaksa melayani nafsu ayahnya sampai tiga kali," ujar Evi saat diwawancarai Wartawan, Kamis pagi (09/04/2026).

Mirisnya, pelaku tidak hanya menyasar putri sulungnya, tetapi juga sang adik yang masih balita berusia 5 tahun. Korban mengaku selama ini bungkam karena terus berada di bawah ancaman sang ayah.

"Dia sebenarnya sudah pernah mengadu ke ibunya, tapi ibunya tidak percaya. Itulah yang membuat dia nekat kabur dan melapor ke abangnya," tambah Evi.

Di tengah kemarahan warga, beredar kabar mengenai motif di balik tindakan keji pelaku. Konon, Wak Ireng beralasan sudah tidak memiliki hasrat terhadap istrinya.

"Kabar yang beredar di warga, katanya pelaku merasa tidak selera dengan istrinya karena masalah aroma tubuh (bau badan). Karena alasan itulah dia melampiaskannya kepada kedua anaknya. Itu yang ramai dibicarakan orang-orang di sini," ungkap Evi menirukan desas-desus yang berkembang.

Sebelum tertangkap, Wak Ireng ternyata sempat bersembunyi dan berpindah-pindah tempat. Ia bahkan sempat menyamar sebagai pencari brondolan sawit untuk mengelabui warga.

Evi menceritakan pengalaman tak terduga saat pelaku mendatangi rumahnya pada Rabu sore sekitar pukul 16.00 WIB. Pelaku datang berjalan kaki dengan alasan sedang menunggu temannya yang sedang menjual brondolan sawit dengan sepeda motor.

Dengan tenang, pelaku berteduh di rumah Evi dan meminta dibuatkan mie instan. Karena tidak menaruh curiga, Evi pun melayaninya.

Setelah makan, pelaku meminta suami Evi mengantarkannya ke daerah Simpang Jengkol. Dari sana, ia meminta warga lain mengantarnya lagi ke arah Simpang PT SAM.

"Di Simpang PT SAM itulah dia berteduh di salah satu rumah warga. Di sanalah dia akhirnya dikenali dan langsung ditangkap. Warga yang emosi langsung menghajarnya hingga babak belur," kata Evi menjelaskan detik-detik penangkapan.

Tak lama setelah aksi massa mereda, pihak kepolisian dari Polsek Kunto Darussalam tiba di lokasi untuk mengevakuasi pelaku dari amukan warga yang lebih parah. Wak Ireng langsung digelandang ke Mapolsek untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi resmi kepada pihak Kepolisian Resor (Polres) Rokan Hulu dan Polsek Kunto Darussalam terkait pasal yang akan disangkakan serta kondisi terkini kedua korban. Kasus ini kini dalam penanganan serius aparat penegak hukum mengingat kedua korban merupakan anak di bawah umur yang membutuhkan perlindungan dan trauma healing.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index